Jika Berkoalisi, Gerindra-Golkar-Hanura, Seperti Mobil Ferrari

Ilustrasi by GNOL
Ilustrasi by GNOL

Persaingan antarcapres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 diprediksi berlangsung keras. Terlebih jika aliansi Gerindra, Golkar dan Hanura terwujud. Ketiganya dinilai mesin politik yang bernas menyokong ambisi Prabowo menjadi presiden.

“Ibarat mobil, ini kelasnya Ferrari, bukan sebangsa Innova,” kata pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Kholis Ridha, Minggu (4/5) di Jakarta.

Menurutnya, Gerindra memiliki kekuatan uang dan kemampuan melakukan operasi tertutup. Golkar memunyai jaringan birokrasi yang tersebar di tingkat pemerintah daerah. Sementara Hanura menjadi pasukan udara di samping juga operasi intelejen.

“Ini seperti Golkar di era Orde Baru. Mau apa saja, bisa,” cetus Kholis.

Dia menjelaskan, pernyataan Joko Widodo (Jokowi) di kantor DPC PDIP Jombang harus dimengerti dalam konteks seperti itu. Ketika itu, Jokowi meminta kader dan pendukungnya mewaspadai serangan darat, laut, dan udara. Ia juga mengingatkan kader dan pendukung untuk terus bergiat karena kemenangan belum lagi diraih.

Kholis Ridha menilai, koalisi Gagah (Gerindra, Golkar dan Hanura) akan semakin bergigi jika Demokrat turut bergabung. Partai itu dinilainya masih punya potensi untuk menggerakkan birokrasi dari jalur kementerian dan BUMN.

Sementara, Survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) menemukan, konstituen partai paling banyak mendukung pencapresan Prabowo Subianto ada di partai PKS dan Hanura. Namun, bagi partai lain seperti PPP dan PAN juga terlihat mendukung Prabowo namun lebih di tingkat elite.

Dari survei tersebut, sebanyak 50% konstituen Hanura memilih Prabowo, dan hanya 36% memilih Jokowi. Kemudian 45% pemilih PKS memilih Prabowo dan 36% memilih Jokowi.

“Baik Prabowo maupun Jokowi cenderung mencerminkan model koalisi popular, dimana keputusan partai mereka mencerminkan aspirasi konstituen masing-masing,” kata peneiliti SMRC Sirojudin Abbas dalam memaparkan hasil surveinya, di Jakarta, Minggu (4/5).

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan pada 20-24 April lalu. Adapun survei dilakukan dengan wawancara tatap muka, pada 2015 sampel yang divalidasi, dengan margin eror 2,2%.

Sumber: Republika, Inilah

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani