Perindo: Tak Pantas Tuding HT Biang Kekalahan Hanura

Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibyo. (Foto: Okezone)
Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibyo. (Foto: Okezone)

Persatuan Indonesia (Perindo) seakan tidak terima dengan hujatan mengujani sang Ketua Umum, Hary Tanoesoedibyo (HT). Hendrik Kawilarang Luntungan, Wakil Sekretaris Jenderal Perindo menilai, Ketua DPP Hanura Yuddy Chrisnandi tak pantas menuding HT sebagai biang kegagalan Partai Hanura menjadi partai papan atas.

“Statement Yuddy Chrisnandi tidak pada tempatnya dan tidak melambangkan seorang politisi muda yang mengerti etika,” tandas Hendrik, di Jakarta, Jumat malam (2/5).

Hendrik menegaskan, masuknya HT ke Partai Hanura karena berdasarkan niat yang tulus untuk bisa membangun bangsa dengan segenap idealismenya. Jika hanya HT masuk partai hanya demi kepentingan usaha pribadinya, maka HT tak harus masuk Hanura.

“Jika hanya mementingkan usaha pribadi, dengan mudahnya Pak HT bergabung dgn partai yang memiliki survei tertinggi dan bukan terendah, saya pribadi menganjurkan sebaiknya Yuddy dan Kristiwanto lah yang mundur dari Hanura,” tandasnya.

Sebaliknya Hendri menegaskan, jika bukan karena HT, mungkin Hanura jauh dari lolos parliamentary threshold, sehingga ia meminta keduanya kembali belajar kembali soal etika politik agar bisa jernih menilai persoalan.

“Memalukan jika tokoh politik kita tidak paham etika, apalagi tidak tahu berterima kasih, karena Bapilu yang dipimpin HT adalah perwakilan partai dan tentu seluruh keputusan baik strategi ataupun keputusan lainnya telah disetujui oleh Ketua Umum Wiranto,” ujar Hendrik.

Hendrik menyampaikan penilaiannya setelah Yuddy Chrisnandi, Jumat (30/4) mengatakan, banyak kader Partai Hanura yang menilai HT sebagai biang penyebab kegagalan Hanura menjadi partai papan atas karena hanya diperkirakan memperoleh 5-6%, dan menduduki peringkat 10 dari 12 partai kontestan pemilu 2014.

Yuddy mengklaim banyak kader Hanura yang kecewa kepada HT karena dianggap gagal menjalankan strategi pemenangan Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) yang dipimpinnya akibat  minimnya pengalaman orang yang dibawa HT ke Hanura, sehingga sebagai bentuk pertangungjawaban, HT harus mundur dari Hanura.

Menurut Yuddy, kontribusi HT yang dirasakan langsung oleh Hanura adalah iklan TV di grup MNC-nya dan billboard. “Namun iklan tidak cukup mampu mengangkat Hanura, Hanura harus puas menempati ranking ke 10 pada pemilu legislatif ini,” ucapnya.

Sumber: Gatra, Okezone

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani