Jk: Anggaran Pendidikan Tetap 20 Persen

Calon wakil presiden Jusuf Kalla. (Foto: Merdeka)
Calon wakil presiden Jusuf Kalla. (Foto: Merdeka)

Calon wakil presiden nomor urut dua Jusuf Kalla (JK) menekankan peningkatan pendidikan untuk memenuhi SDM dan ilmu pengetahuan dan teknologi Iiptek. Pendidikan sebagai kunci utama peningkatan SDM, juga dibarengi peran sentral guru.

“Dibutuhkan guru yang baik. Kualitas guru dan sertifikasi diutamakan,” papar Jusuf Kalla dalam debat antarcalon wakil presiden di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (29/6).

JK menambahkan, dibutuhkan pemetaan yang baik untuk mengetahui kualitasnya. “Ada tiga hal penting yakni inovasi, teknologi, kebijakan pemerintah. Pemerintah harus memihak pada inovasi bangsa. Ketika ada pemihakan dari pemerintah maka akan ada inovasi dalam negeri,” tegasnya.

Ia juga mengatakan bahwa Kementerian Pendidikan adalah satu-satunya kementerian yang tidak pernah turun anggarannya. “Anggaran kita cukup yakni 20 persen. Satu-satunya kementerian yang tidak pernah turun adalah pendidikan. Yang penting bagaimana menggabungkan inovasi-inovasi ini menjadi sebuah sistem. Pada waktunya nanti pendidikan dan riset digabung,” katanya.

Menurut JK, pendidikan nasional harus mengutamakan kecerdasan akhlak, budi pekerti dan pengetahuan sesuai dengan Undang-undang Dasar 45.

JK menegaskan bahwa Indonesia punya lembaga seperti BPPT, LIPI, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang merupakan ujung tombak majukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, kata JK, Indonesia juga memiliki banyak universitas.

“Dengan modal perguruan tinggi dan institusi swasta harus maju bersama-sama akan menjadi kekuatan besar,” katanya. Dia menegaskan, pendidikan dan iptek merupakan suatu hal yang tidak berdiri sendiri. “Apapun caranya kita harus maju dengan kemampuan kita,” pungkasnya.

Sumber: Jpnn, Tribun

 

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani