JK: Para Ahli Harus Dihargai Secara Profesi

Calon wakil presiden Jusuf Kalla. (Foto: Merdeka)
Calon wakil presiden Jusuf Kalla. (Foto: Merdeka)

Banyak para profesional dan ahli lebih memilih bekerja di luar negeri ketimbang berbakti bagi negara menjadi sorotan dalam debat cawapres malam ini, Minggu (29/9).

Calon wakil presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas maupun ahli dari dalam negeri harus dihargai supaya tidak lari bekerja ke luar negeri.

Menurut JK, mereka harus dihargai sesuai dengan profesinya. Ia mencontohkan, ahli perminyakan dari Indonesia yang bekerja di Qatar, mendapatkan upah yang besar. Di dalam negeri, kata dia, mungkin tidak mesti sama apa yang diterima.

“Tapi, bagaimana membuat mereka senang untuk bekerja dalam negeri. Tapi, kita tidak boleh juga menghalangi mereka bekerja di luar negeri untuk mencari pengalaman. Kita harus hargai mereka sesuai dengan profesi, tidak hanya soal pangkat saja,” kata JK dalam debat cawapres bertajuk ‘Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi’.

Menurut JK, memang dewasa ini ada kecenderungan SDM berkualitas bekerja ke luar negeri. Bukan hanya yang kurang skill-nya, tapi juga yang unggul. Menurutnya, hal itu ada positif dan negatifnya.

Positifnya, kata dia, mereka menghasilkan devisa. Negatifnya, Indonesia kurang eksekutif handal. “Solusinya mereka harus mendapat rekomendasi sesuai posisinya. Jadi, dihargai sesuai profesinya,” ujar JK.

Sumber: Merdeka, JPNN

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani