Jokowi Jelaskan Kasus Transjakarta

Jokowi, cawapres usungan PDIP.
Jokowi, cawapres usungan PDIP.

Tasikmalaya, GNOL* Jelang Pilpres, santer isu beredar di masyarakat tentang Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) terlibat dalam kasus pengadaan bus Transjakarta.

Saat berkunjung ke Pondok Pesantren Bustanul Ulum, di Kelurahan Sumelap, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Kamis (12/6). Jokowi berkesempatan menjelaskan kasus dugaan korupsi pengadaan bus transjakarta yang saat ini tengah ditangani oleh Kejaksaan Agung.

Jokowi menegaskan, posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta hanya memberikan perintah untuk pengadaan dan kesalahan dilakukan oleh pejabat pelaksananya.

“Waktu ada berita mengenai bus transjakarta, detik itu juga kepala dinasnya langsung saya copot. Kemudian dokumen-dokumen yang ada langsung kita berikan ke KPK,” kata

Hal itu dijelaskan Jokowi untuk menjawab tuduhan dirinya terlibat dalam korupsi pengadaan bus transjakarta. Tuduhan itu beredar di masyarakat menjelang Pilpres.

Jokowi menjelaskan, sebagai Gubernur DKI, dirinya hanya memberikan persetujuan pada sebuah kebijakan. Sementara untuk penggunaan dan alokasi anggaran, sepenuhnya dilakukan oleh pejabat pelaksana, dalam hal ini Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang ketika itu dijabat Udar Priston.

“Kalau saya perintahkan untuk membeli sabun yang wangi, tapi yang datang sabun colek yang tidak wangi. Nah, yang tidak benar yang mana? Yang nyuruh atau yang beli itu? Begitu kira-kira gambaran kasarnya,” ucap Jokowi.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan Pristono sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan transjakarta dan BKTB pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta tahun 2013 senilai Rp 1,5 triliun.

Kejagung juga menetapkan tersangka lain, yakni Prawoto, Direktur Pusat Teknologi dan Sistem Transportasi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Sumber: Kompas, Antara

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani