Relawan Jokowi Padamkan ‘Obor Rakyat’

Anggota KPU menunjukkan Tabloid Obor Rakyat. (Foto: Merdeka)
Anggota KPU menunjukkan Tabloid Obor Rakyat. (Foto: Merdeka)

Setelah Tabloid Obor Rakyat mendapat reaksi keras dan dilaporkan ke polisi lantaran sarat pemberitaan miring, relawan Jokowi menerbitkan tabloid ‘Jokowi -JK adalah Kita’.

Target dari tabloid ini sama-sama berjuang untuk kemenangan pasangan nomor urut dua di pemilihan umum presiden Juli nanti.

“Tabloid ‘Jokowi-JK adalah Kita’ berbeda 180 derajat dari Obor Rakyat yang penuh fitnah, SARA dan menjelek-jelekan Jokowi terutama soal korupsi,” kata Ketua Pengarah Pusat Informasi Relawan (PIR) Jokowi-JK Martin Manurung, Minggu (15/6).

Menurut Martin, isi dari tabloid itu mensosialisasikan 9 program Jokowi-JK, memuat profil kesederhanaan Jokowi-JK, dan sebagai arahan tindakan politik yang harus dilakukan relawan dalam konteks pemenangan sampai 9 Juli.

“Menjelaskan kepada masyarakat bahwa pasangan sebelah (Prabowo-Hatta) itu dikelilingi oleh persoalan masa lalu dan korupsi, tentu kita akan menyajikannya dengan berbasis data,” tuturnya.

Distribusi tabloid ini, kata Martin, akan dimulai pada Selasa (17/6) di seluruh Jakarta juga di daerah lain. Pendistribusian akan memakai jaringan 82 kelompok relawan di seluruh tanah air. Setiap edisi dicetak 350 ribu eksemplar dan akan dicetak 3 kali atau lebih dalam bulan Juni ini.

“Menggunakan mobil pikap disertai artis, pimpinan relawan dan tokoh-tokoh pro Jokowi,” tandas Martin yang juga penanggung jawab tabloid tersebut.

Di tempat terpisah, anggota Tim Advokasi Jokowi-JK, Trimedya Panjaitan, akan melaporkan pembuat Obor Rakyat ke kepolisian, pada Senin (16/6).

“Dewan Pers sudah menyebut itu (Obor Rakyat, red) bukan karya jurnalistik. Berarti itu selebaran gelap. Ini wilayahnya polisi,” kata Trimedya di Jakarta, Minggu (15/6).

Menurut Trimedya, tak tertutup kemungkinan ada orang kuat di balik pembuatan Obor Rakyat. Terlebih, Setyardi Boediono yang megaku sebagai pemimpin redaksi di Obor Rakyat merupakan asisten bagi staf khusus kepresidenan.

Selain itu, lanjut Trimedya, mencetak Obor Rakyat hingga sejuta eksemplar tentu butuh dana besar. “Media besar saja tidak ada yang mencetak sebanyak itu dan penyebarannya hanya di daerah-daerah di Pulau Jawa yang diprediksi menjadi kantong-kantong suara Jokowi,” kata Trimedya.

Sumber: Merdeka, JPNN

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani