Timses Kembalikan Dana Rp9 Miliar

Karikatur Jokowi-JK. (Foto: Tribun)
Karikatur Jokowi-JK. (Foto: Tribun)

Jakarta, GNOL* Ketua tim pemenangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), Tjahjo Kumolo segera menyerahkan dana Rp9 miliar yang masuk ke dalam rekening gotong royong ke Negara.

Tjahjo mengatakan, asal dana itu belum bisa dipertanggungjawabkan siapa penyumbangnya, sesuai aturan di UU. “Sampai hari ini dana sumbangan masyarakat hampir mendekati Rp40 miliar, tapi ada Rp9 miliar yang tak bisa dipertanggungjawabkan,” kata Tjahjo di Jakarta.

Karena dana itu tidak bisa dipertanggungjawabkan, Tjahjo mengakui pihaknya akan menyerahkan dana itu ke negara.

“Itu akan kita kembalikan ke negara. KPU mengharuskan penyumbang identitasnya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, tidak bisa hamba Allah,” kata Tjahjo.

Dia melajutkan pihaknya mengapresiasi besarnya dukungan masyarakat untuk Jokowi-JK yang spontan dan masif.

Terpisah, hingga saat ini sebanyak 34.013 orang dan 5 perusahaan sudah menyumbang ke rekening gotong royong untuk dana kampanye Joko Widodo-Jusuf Kalla. Total dana yang terkumpul sudah lebih dari Rp39 miliar.

“Posisi sumbangan gotong royong sampai dengan Jumat 13 Juni jam 10.00 WIB adalah Rp 39.225.581.697 dengan jumlah penyumbang perseorangan 34.013 orang dan penyumbang perusahaan 5 perusahaan,” kata Koordinator Media Center Jokowi-JK, Zuhairi Misrawi, di Media Center Jokowi-JK di Jalan Cemara No 19, Menteng, Jumat (13/6).

Zuhairi mengimbau bahwa sesuai UU No 42/2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden pasal 96, sumbangan perseorangan tidak boleh melebihi satu miliar rupiah dan sumbangan perusahaan tidak boleh melebihi lima miliar rupiah.

“Setiap penyumbang perorangan mencantumkan nama, alamat dan telepon sesuai aturan perundang-undangan,” ujarnya.

Ada 3 rekening yang dibuka untuk menerima sumbangan kampanye Jokowi-JK. Masyarakat bisa menyumbang lewat BRI 122301000172309, Mandiri 070000909096, dan BCA 5015500015. Seluruhnya atas nama Joko Widodo/Jusuf Kalla.

Sumber: Berita Satu, Suara Pembaruan

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani