Deklarasi Sunda Kelapa, Jokowi Bangkitkan Semangat Maritim

Jokowi Presiden Indonesia terpilih 2014-2019. (Ilustrasi: Suut Amdani)
Jokowi Presiden Indonesia terpilih 2014-2019. (Ilustrasi: Suut Amdani)

Jokowi-JK memberikan pidato kemenangan setelah ditetapkan oleh KPU sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia 2014-2019 terpilih, di atas kapal nusantara Pinisi ‘Hati Buana Setia’, pelabuhan sektor 9, Sunda Kelapa, Jakarta.

Dipilihnya Pelabuhan Sunda Kelapa dan kapal Pinisi, sebagai simbolisasi semangat pengembangan maritim Indonesia dalam kepemimpinanya selama lima tahun mendatang.

Jokowi menyampaikan rasa terimakasi kepada Prabowo-Hatta yang telah menjadi sahabat yang membantu menjalani proses demokrasi dalam pemilihan presiden 2014.

“Kemenangan ini adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia,” kata Jokowi, Selasa malam (22/7).

Jokowi juga mengajak masyarakat untuk melupakan nomor urut 1, nomor urut 2. “Kita harus kembali ke salam 3 jari, persatuan Indonesia,” kata dia.

Presiden terpilih ini mengakui bahwa selama proses pemilihan presiden banyak terjadi kerenggangan, antar teman, bahkan keluarga. “Kita lupakan semua itu, kita eratkan kembali,” imbuhnya.

Berikut adalah isi pidato Jokowi-Jusuf Kalla :

“SAATNYA BERGERAK BERSAMA”

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia telah menetapkan kami berdua, Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih 2014 – 2019.

Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada bapak Prabowo Subianto dan bapak Hatta Rajasa yang telah menjadi sahabat dalam kompetisi politik untuk mendapatkan mandat rakyat untuk memimpin negeri ini lima tahun ke depan.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Kemenangan ini adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Saya berharap, kemenangan rakyat ini akan melapangkan jalan untuk mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara kebudayaan.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, perbedaan pilihan politik seakan menjadi alasan untuk memisahkan kita. Padahal kita pahami bersama, bukan saja keragaman dan perbedaan adalah hal yang pasti ada dalam demokrasi, tapi juga bahwa hubungan-hubungan pada level masyarakat adalah tetap menjadi fondasi dari Indonesia yang satu.

Dengan kerendahan hati kami, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, menyerukan kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk kembali ke takdir sejarahnya sebagai bangsa yang bersatu; bangsa yang satu, bangsa Indonesia. Pulihkan kembali hubungan keluarga dengan keluarga, tetangga dengan tetangga, serta teman dengan teman yang sempat renggang.

Kita bersama sama bertanggung-jawab untuk kembali membuktikan kepada diri kita, kepada bangsa-bangsa lain, dan terutama kepada anak-cucu kita, bahwa politik itu penuh keriangan; politik itu di dalamnya ada kegembiraan; politik itu ada kebajikan; politik itu adalah suatu pembebasan.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Pemilihan Umum Presiden kali ini memunculkan optimisme baru bagi kita, bagi bangsa ini. Jiwa merdeka dan tanggung jawab politik bermekaran dalam jiwa generasi baru. Kesukarelaan yang telah lama terasa mati suri kini hadir kembali dengan semangat baru. Pemilihan Umum Presiden telah membawa politik ke sebuah fase baru bukan lagi sebagai sebuah peristiwa politik semata-mata, tetapi peristiwa kebudayaan. Apa yang ditunjukkan para relawan, mulai dari pekerja budaya dan seniman, sampai pengayuh becak, memberikan harapan bahwa ada semangat kegotong-royongan, yang tak pernah mati.

Semangat gotong royong itulah yang akan membuat bangsa Indonesia bukan saja akan sanggup bertahan dalam menghadapi tantangan, tapi juga dapat berkembang menjadi poros maritim dunia, locus dari peradaban besar politik masa depan.

Saya hakkul yakin bahwa perjuangan mencapai Indonesia yang berdaulat, Indonesia yang berdikari dan Indonesia yang berkepribadian, hanya akan dapat tercapai dan terwujud apabila kita bergerak bersama.

INILAH SAATNYA BERGERAK BERSAMA!

Mulai sekarang, petani kembali ke sawah.

Nelayan kembali melaut

Anak kembali ke sekolah.

Pedagang kembali ke pasar.

Buruh kembali ke pabrik.

Karyawan kembali bekerja di kantor.

Lupakanlah nomor 1 dan lupakanlah nomor 2, marilah kembali ke Indonesia Raya.

Kita kuat karena bersatu, kita bersatu karena kuat!

Salam 3 Jari, Persatuan Indonesia!

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Om Shanti Shanti Shanti Om,

Namo Buddhaya

Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!!

Joko Widodo – Jusuf Kalla

22 Juli 2014

 

Sumber: MetroTV, Tempo

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani