Detik-Detik Mandat Presiden RI Ketujuh Pilihan Rakyat

Menunggu mandat Presiden Ketujuh Pilihan Rakyat. (Ilustrasi: Suut Amdani)
Menunggu mandat Presiden RI Ketujuh Pilihan Rakyat. (Ilustrasi: Suut Amdani)

Hari ini, Selasa (22/7) sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2014 tentang Jadwal dan Tahapan Pelaksanaan Pilpres Tahun 2014, tercantum bahwa penetapan dan pengumuman hasil pemilu secara nasional dijadwalkan pada tanggal 21, dan 22 Juli.

Komis Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) bakal membacakan mandat rakyat Indonesia dalam memilih presiden RI ketujuh melalui proses demokrasi, pemilihan umum presiden ketujuh.

KPU telah rampung melakukan rekapitulasi tingkat nasional yang digelar di ruang rapat utama gedung KPU RI selama tiga hari, 20-22 Juli. KPU RI menetapkan hasil perolehan suara 33 provinsi.

Ketua KPU Husni Kamil Manik bertekat menyelesaikan rekapitulasi perolehan suara di tingkat nasional pada Senin (21/7), sehingga hari ini Selasa (22/7) KPU dapat mengumumkan hasil dari penghitungan perolehan suara Pilpres 2014.

“Mudah-mudahan semua proses selesai. Jadi besok (Selasa, 22 Juli) tinggal penetapan dan pengumuman,” kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay seperti dikutip situs resmi KPU.go.id Senin kemarin.

SBY Minta Pemilu Damai

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kedua calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, menerima hasil pemilu dengan lapang dada.

“Mengakui kekalahan itu mulia. Mengucapkan selamat kepada yang menang itu mulia,” ujar SBY, Senin kemarin di Jakarta.

SBY menuturkan sikap ikhlas dan memberi selamat kepada yang menang disenangi Tuhan. Menurut dia, kerelaan hati mengakui kekalahan itu bakal diganjar dengan kemuliaan yang sama di kemudian hari. “Itulah kehidupan,” katanya.

Menurut SBY, peserta pemilu tahun ini hendaknya bercermin pada pemilihan presiden 2004 dan 2009. Kala itu, ujar dia, pemilu berjalan aman dan damai. Kenyataannya, SBY melanjutkan, situasi kini berbeda dengan dua pemilu yang diikutinya. Persaingan antarcalon presiden dianggapnya sangat ketat dan keras.

Bahkan menjelang pengumuman penghitungan suara pada 22 Juli, SBY melihat adanya ketegangan para elite politik. Menurut SBY, situasi ini tak sesuai dengan keinginan rakyat Indonesia.

Masyarakat, tutur dia, menginginkan suasana pemilihan yang sejuk, sehingga kehidupan berjalan normal.

SBY berharap situasi damai selama pemilu tetap bisa dijaga. Menurut dia, masyarakat dan elite politik berkewajiban mengawal demokrasi dan mematangkannya. Negara, kata dia, pasti akan mengawal manakala ada gangguan. “Jangan ada yang mencederai proses demokrasi.”

Sumber: KPU, Tempo

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani