Disebut PKI, Massa PDIP Geruduk TV One

Kantor TV One, Yogyakarta. (Foto: Solopos)
Kantor TV One, Yogyakarta. (Foto: Solopos)

Yogyakarta, GNOL* Sekira 40 orang massa Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), organisasi sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendatangi kantor stasiun televisi TV One pada Rabu, 2 Juli tadi malam. Mereka menyatakan keberatan atas pemberitaan yang dinilai fitnah terkait hubungan antara PDIP dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Kami menyampaikan aspirasi dan keberatan kami atas kepada TV One atas pemberitaan fitnah dan bohong mengenai PDIP,” kata Ketua Repdem, Masinton Pasaribu, dalam akun twitter-nya, setelah melakukan aksi.

Menurutnya, Repdem merasa perlu untuk menyatakan keberatan karena pemberitaan TV One yang menstigmakan PDIP dengan komunisme adalah fitnah yang tidak bisa dibiarkan.

“Berita bohong dan fitnah jika dibiarkan pemberitaannya berulang-ulang maka akan dianggap sebagai kebenaran palsu. Kami sangat menjunjung tinggi kebebasan pers dalam berdemokrasi dan kami tindak ingin kebebasan itu rusak oleh berita fitnah,” tulis Masinton.

Lebih lanjut Masinton menyamakan pemberitaan TV One dengan stigma komunis dalam masa kekuasaan Orde Baru yang merupakan ancaman terhadap demokrasi dan kebebasan pers.

“Jika stigma seperti Orde Baru terus direproduksi ulang, maka suatu saat pemberitaan yang tidak sesuai dengan selera penguasa akan dicap sebagai komunis,” kata dia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo dalam sebuah pesan singkat mengecam pemberitaan TV One karena dinilai provokatif dan tidak memiliki sumber yang jelas sehingga merugikan partainya.

Tjahjo meminta TV One untuk segera melakukan klarifikasi atas berita yang menuding PDIP sebagai musuh TNI Angkatan Darat dan mendukung tokoh-tokoh eks Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sekedar info, TV One merupakan stasiun televisi milik Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar yang juga menjadi salah satu pendukung Prabowo-Hatta.

Jokowi Angkat Bicara

Kandidat presiden nomor urut 2 Joko Widodo (Jokowi) meminta media massa tidak ikut memanas-manasi suasana kampanye pemilihan presiden (pilpres).

Hal itu dikatakan Jokowi terkait pengepungan Kantor tvOne di Jakarta dan Yogyakarta oleh simpatisan Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP), karena pemberitaan stasiun televisi tersebut yang dianggap menyudutkan Jokowi.

“Tapi kan medianya ikut bantu manas-manasin. Salah sendiri manas-manasin. Makanya jangan ikut manas-manasin. Jangan sekali-kali salahkan relawan,” kata Jokowi di Bandung, Kamis (3/7).

Jokowi mengatakan, dirinya tidak memiliki kontrol penuh atas tindakan para relawan maupun simpatisan meski dalam setiap kesempatan kampanye dirinya mengaku selalu mengingatkan relawan agar selalu sabar.

“Meski sudah saya sampaikan di mana-mana bahwa kejelekan harus dibalas kebaikan, tapi kan tidak mungkin semuanya hisa kita handle. Mungkin kali ini memang sudah keterlaluan sampai mereka bereaksi,” ujar Jokowi.

Jokowi mengaku sudah sangat terbuka pada media terkait silsilah keluarganya sehingga tidak ada lagi yang perlu dijelaskan. “Sebenarnya kita kurang sabar apa? Sejak awal kita diamkan tapi yang terakhir ini penghinaan besar karena bukan hanya ditujukan pada saya tapi pada keluarga saya juga. Jumlah relawan itu ribuan tidak mungkin kita suruh sabar semua,” ungkapnya.

Disarankan Pakai Hak Jawab

Pakar komunikasi dari UIN Sunan Kalijaga, Iswandi Syahputra, menyarankan massa simpatisan PDIP dan capres Joko Widodo (Jokowi) yang menggeruduk stasiun televisi TV One agar menggunakan hak jawab ketimbang melakukan aksi anarkistis yang disebutnya merugikan Jokowi-JK sendiri.

“Kalau merasa dirugikan, silakan gunakan hak jawab semua diatur oleh undang-undang,” kata Iswandi di Jakarta, Kamis (3/7), menunjuk UU Pers No. 40/1990.

“Jika ada pihak yang dirugikan oleh suatu pemberitaan dapat menggunakan hak jawab. Jika hak tersebut tidak digunakan bisa melapor ke polisi, misalnya karena pencemaran nama baik,” sambung dia.

Iswandi meminta polisi mengambil tindakan demi kebebasan pers. “Ini bukan ancaman lagi, tapi sudah teror bagi kebebasan pers,” kata dia.

Sumber: OkeZone

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani