IPB Santuni 1.200 Anak Yatim Dhuafa, Ajak Menghafal Asmaul Husna

Rektor IPB Santuni anak yatim di 17 desa lingkar kampus. (Foto: Dok GNOL)
Rektor IPB Santuni anak yatim di 17 desa lingkar kampus. (Foto: Dok GNOL)

Institut Pertanian Bogor (IPB) santuni 1.200 anak yatim piatu dan duafa asal 17 desa di Lingkar Kampus IPB. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan di Masjid Al-Hurriyyah, Kampus IPB Darmaga, Kabupaten Bogor, 17 Juli 2014.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dari civitas akademika IPB untuk memberikan sebagian rizkinya sehingga mereka yang diberikan santunan dapat ikut menikmati suasana Ramadan dan Lebaran,” kata Wakil Kepala Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB, Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc dalam keterangan pers yang diterima GNOL, Jumat (18/7).

IPB dalam acara tersebut juga mengajak anak-anak yatim piatu dan duafa mengahafal asmul husna dengan metode cara cepat. Tampil Hafidz (penghafal) Quran menjadi motivasi anak-anak tersebut untuk menghafal Al Quran.

Kepala Desa Cikarang mewakili 17 Kepala Desa di lingkar kampus mengungkapkan rasa syukur atas kesekian kalinya keluarga besar IPB  mengadakan bhakti sosial.

“Melalui kegiatan ini, membuktikan bahwa IPB bukan hanya peduli terhadap dunia pendidikan saja tetapi juga peduli terhadap anak-anak kami yang belum beruntung nasibnya. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar IPB,” ujar Kades Cikarang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor Dr. Ir. Hj. Syarifah Sofiah, D. M.Si, rektor IPB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. dan Walikota Bogor, Dr. Bima Arya Sugiarto.

Pesan Walikota

Secara khusus, Walikota Bogor berpesan kepada anak-anak penerima santunan Ramadhan, “Punya cita-cita apapun boleh tetapi harus menjadi yang terbaik di bidang itu, dan yang paling penting ada manfaatnya bagi orang lain,” pesan Bima.

Bima melanjutkan, sejarah mencatat bahwa banyak anak-anak yatim yang menjadi tokoh-tokoh dan menjadi orang hebat dan juga sukses. “Tapi yang terpenting adalah menjadi orang bermanfaat bagi lingkungannya. Saya mendoakan semoga cita-cita adik-adik tercapai dan apabila sudah sukses jangan melupakan desanya masing-masing,” ucapnya.

Para peserta diberikan santunan berupa uang, bingkisan berupa paket sabun, sampo, sikat gigi, dan alat ibadah berupa sarung, mukena, dan sajadah.

Sebelumnya, anak penerima santunan juga diajak meninjau Unit Rehabilitasi Reproduksi (URR), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB untuk lebih mengenal hewan.

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani