Sanlat SDIT UQ, Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Ibadah

SDIT UQ mengadakan bazaar brang bekas, Rp500-Rp5.000,- (Foto: SDIT UQ)
SDIT UQ mengadakan bazaar brang bekas, Rp500-Rp5.000,- (Foto: SDIT UQ)

Memasuki pertengahan Ramadhan 1435 H, Sekolah Dasar Islam Terpadu Ummul Quro Bogor (SDIT UQ) menyelenggarakan kegiatan pesantren kilat (sanlat), Senyum (Semangat berbagi dan beribadah khusyuk untuk kemenangan) 2014.

Kegiatan Ramadhan Senyum 2014 ini, guna meningkatkan kualitas dan kuatitas dalam menjalankan ibadah. “Dengan berbagai kegiatan di dalamnya, siswa diharapkan memperbanyak amalan ibadan juga menambah khusyuk-nya ibadah, dalam menjalankan ibadah yang benar sesuai dengan tuntunan Al Quran dan Hadis,” terang Ma’mun Muchlis, Ketua Pelaksana Senyum 2014, kepada GNOL, Rabu (16/7).

Kegiatan selama empat hari ini, siswa SDIT UQ diajak untuk memupuk rasa berbagi kepada sesama. Sejumlah program pun dilaksanakan. Di awal kegiatan, mereka menebar 1.000 Al Quran kepada masyarakat sekitar dan majelis taklim.

Guna menumbuhkan rasa empati, siswa SDIT UQ juga turut menggalang dana untuk warga sipil korban serangan Israel di Gaza, Palestina. “Anak-anak menggalang dana kepada orang tua mereka. Sampai hari ini (kemarin, red) dana yang terkumpul sekira Rp30 juta,” kata Ma’mun.

Sumbangan untuk Palestina ini SDIT UQ bekerjasama dengan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP). “Antusias untuk menyumbangkan dana untuk korban Palestina sangat besar, baik anak maupun orang tua murid,” ungkapnya.

Selain itu, rasa empati juga diungkapkan dalam beragam kegiatan, misalnya anak-anak menuliskan surat, juga dalam bentuk pidato.

Meski dalam suasana keprihatinan, kegitan sanlat juga dikreasi sedemikan rupa agar tetap menarik dan menyenangkan bagi siswa. “Kita buat programnya menyengakan. Agar anak selalu gembira dalam menjalankan sanlat dan menunaikan ibadah puasa dengan khusyuk,” imbuhnya.

Bazaar pakaian bekas SDIT UQ juga menjadi ciri khas sekolah tersebut. Di mana, pakaian-pakain laik pakai diobral untuk masyarakat sekitar. Harganya, mulai dari Rp500 rupiah hingga Rp5.000.

SDIT UQ sediktinya memiliki murid sebanyak 787 ini juga berkreasi dengan membuat parcel. “Parcel-parcel lebaran ini nantinya juga kita bagikan kepada masyarakat sekitar sekolahan,” tutupnya.

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani