SBY Bantah Adanya Tabulasi Pilpres 2014 Cikeas Center

SBY hormati apapun hasil Pilpres 2014. (Foto: Tempo)
SBY hormati apapun hasil Pilpres 2014. (Foto: Tempo)C

Ketegangan tim pemenangan Capres 2014 baik kubu Jokowi-JK maupun Prabowo-Hatta, makin menjadi-jadi. Jelang pengumuman hasil Pilpres 2014 oleh KPU pada 22 mendatang, sejumlah pemberitaan terkait calon pemenang versi Quick Count makin agresif.

Bahkan Presiden RI Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun turut dibuat kesal dengan pemberitaan di media online, www.jurnal3.com, yang menyebutkan adanya pusat tabulasi penghitungan suara atau Cikeas Center.

Geram dengan ulah para pembuat berita online tersebut, Juru Bicara Presiden, Julian Pasha, menepis isu adanya pusat tabulasi suara di kediaman SBY atau yang kemudian disebut Cikeas Center.

“Sehubungan berita di media online yang menyebutkan proses perhitungan suara Pemilu Presiden Tabulasi Cikeas Centre, kami menegaskan, tidak pernah ada tabulasi perhitungan suara di Cikeas atau tabulasi Cikeas Centre,” kata Pasha, dalam pesan singkat pertelepon genggam kepada wartawan di Jakarta, Minggu (12/7) dikutip Antara.

Menurut Pasha, di kediaman SBY di Cikeas hanya ada fasilitas konferensi video dimana Presiden Susilo Yudhoyono bisa berkomunikasi dengan jajaran pimpinan TNI baik di pusat maupun di daerah. “Ini untuk mengetahui situasi di lapangan, tidak ada hubungan dengan penghitungan suara yang dilakukan KPU”, kata dia.

Presiden Yudhoyono, melalui Pasha menyampaikan ajakan agar masyarakat tenang dalam mengikuti dan menerima hasil tabulasi suara yang sedang dilakukan KPU.

“Masyarakat agar tidak terprovokasi berita tidak jelas dan tidak bertanggungjawab, seperti dengan menyebutkan ada tabulasi suara di Cikeas”, katanya.

Ditambahkan Pasha, “Presiden SBY sampai saat ini belum mengetahui siapa sebagai pemenang pilpres. Oleh karena itu Presiden meminta semua pihak bersabar menunggu hasil akhir perhitungan resmi KPU.”

Berita Jurnal3

Menurut penelusuran Tempo, situs berita yang dimaksud adalah www.jurnal3.com dengan tajuk “Presiden SBY sudah tahu pemenang pilpres 2014’.

Isi beritanya, terkait dengan informasi dari data pusat tabulasi nasional di Cikeas Center yang mengatakan pasangan Prabowo-Hatta unggul atas pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Setelah ditelusuri kebenaran pemuatan berita tersebut, ternyata benar adanya. Kantor redaksi yang tercantum dalam situs tersbut berada di Dk. Gogor V/7A, Jajartunggal, Wiyung, Surabaya, Tel: 031-60780705.

Berita bertajuk, ‘Presiden SBY sudah tahu siapa pemenang Pilpres 2014’ diterbitakan pada Sabtu, 12 Juli 2014, pukul 15:59 WIB dengan isi sebagai berikut:

Hasil quick count yang diklaim dimenangkan oleh kubu Jokowi-Jusuf Kalla, sepertinya beda jauh dengan hasil real count dari 478.828 TPS se-Indonesia.

Informasi yang diperoleh, dari data pusat tabulasi nasional di Cikeas Center, pasangan Prabowo-Hatta unggul atas pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Tabulasi Cikeas Center itu sendiri pernah dipamerkan kepada Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta, saat keduanya diundang SBY ke Cikeas pada Rabu (09/07/2014) lalu.

Data yang belum terkonfirmasi menyebut, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 54% dan Jokowi-JK 46%. Data itu berasal dari 97% TPS (464.662 TPS dari total 478.828 TPS) se-Indonesia.

Hasil real count di Cikeas Center ini hampir sama dengan Pusat Tabulasi Nasional Form C1 yang dikelola PKS, yang menempatkan Prabowo-Hatta memperoleh 54% unggul atas Jokowi-JK yang memperoleh 46%.

Bedanya, real count di Pusat Tabulasi Nasional PKS itu baru berasal dari 91% data TPS (435.733 TPS dari 478.828) se-Indonesia.

Presiden SBY sepertinya sudah tahu siapa pemenang riil Pilpres 2014 melalui pusat informasi di Cikeas, dimana data dari seluruh Polsek dan Koramil se-Indonesia, langsung masuk ke Cikeas Center.

Cikeas Center mengambil data dari tiap TPS yang dihitung di desa hingga ke kecamatan dan menjadi didata oleh Polsek dan Koramil setempat, dengan penanggung jawab Kapolsek dan Danramil masing-masing, yang tentu saja presisinya mencapai 99% valid.

Tak hanya itu, data yang diperoleh Polsek dan Koramil setempat itu sudah melalui proses verifikasi di tingkat desa melalui Babinsa, sehingga dengan cepat data bisa dikirim ke Cikeas Center.

Kecepatan data real count Cikeas Center ini karena Presiden SBY menggunakan jalur Polri dan TNI yang ada di seluruh Indonesia, sehingga wilayah paling pelosok pun bisa dijangkau. Proses ini tidak dimiliki oleh tim real count dari pihak manapun.

Sejak dimulai perhitungan pada 9 Juli 2014 pukul 13.00, setiap Kapolres dan Dandim sudah diharuskan memegang data dari Polsek dan Danramil masing-masing untuk selanjutnya disetor ke data yang langsung diakses ke Cikeas [email protected]

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani