Siswa SITUQ Bogor Galang Dana Untuk Gaza

SIT Ummul Quro Bogor galang dana gaza. (Foto: Dok. Ummul Quro)
SIT Ummul Quro Bogor galang dana untuk gaza. (Foto: Dok. Ummul Quro)

Penyerangan muslim di Gaza, Palestina oleh Zionis Israel yang menewaskan ratusan warga sipil, termasuk anak-anak, mendapat simpati dari siwa-siswa Sekolah Islam Terpadu Ummul Quro (SITUQ) Bogor dalam bentuk penggalangan dana.

Ratusan siswa bersama orang tua SITUQ Bogor, mulai dari SDIT, SMPIT hingga SMAIT menggalang dana untuk korban perang di Gaza Palestina. Bahkan siswa SMAIT UQ kelas X dan XI melakukan sosialisasi ke berbagai Madrasah Ibtidaiyah luar sekolah, seperti Nurul Huda.

Mereka mesosialisasikan apa yang terjadi di Gaza, sekligus menggalang dana bantuan. Acara penggalan dana di lingkungan SITUQ Bogor berlangsung selama Pesantren Kilat (sanlat) pada 14-18 Juli, kemarin.

Penggalangan dana terkumpul sebanyak Rp162.854.000, 1.000 yen, 20 dollar AS, 10 dollar Singapura, 5.000 dong, dan 1 unit jam Rolex senilai Rp10 juta. Dan sudah disalurkan melalui Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP).

Pada pucak acara sanlat SITUQ Bogor, digelar buka bersama seluruh siswa, orang tua murid, civitas SITUQ Bogor, juga dihadiri tim KNRP dan Syaikh Arafah Abdillah, salahsatu tokoh agama Palestina.

Arafah Abdillah banyak bercerita tentang kondisi terkini yang tengah terjadi di Gaza, Palestina. Arafah mengatakan, Israel menyerang dengan membabibuta. Ia menyebut sebagian besar korban anak-anak, infrastruktur hingga pemakaman. Bahkan di antara korban adalah dokter dan wartawan.

Ia menegaskan, bahwa apa yang terjadi di Gaza bukan sekadar perang antar agama, namun perjuangan rakyat Palestina mempertahankan tanah air dan tanah suci orang Islam terhadap penjajahan oleh Zionis Israel.

Ketua I Yayasan Ummul Quro, Syamsudin berharap dengan acara tersebut muncul kepedulian dari para siswa dan orangtua murid serta dapat membatu saudara-saudara Muslim di Gaza.

678 Tewas

Serangan udara Israel di Jalur Gaza bagian utara pada pada Rabu petang (23/7) menewaskan lima orang hingga menambah jumlah warga Palestina yang menjadi korban tewas dalam 16 hari gempuran Israel mencapai 678 orang, demikian diungkapkan badan medis.

Rangkaian gempuran lainnya oleh Israel di Gaza dalam 16 hari terakhir ini secara total telah membunuh 678 warga Palestina, demikian menurut data-data yang dimiliki Qudra.

Sekira 32 orang di Israel –yaitu dua warga sipil, satu pekerja asing dan 29 tentara– tewas selama berlangsungnya operasi yang dilancarkan Israel untuk membasmi tembakan roket dari gerilyawan Gaza serta menghancurkan terowongan-terowongan Hamas.

Adapun seorang pekerja asing, yang kebangsaannya belum diungkapkan, tewas Rabu malam setelah terkena mortir yang ditembakkan dari Gaza, kata polisi.

Kelompok-kelompok pendukung hak asasi manusia mengatakan lebih dari 80 prosen warga Palestina yang terbunuh berasal dari kalangan sipil, demikian AFP.

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani