Skandal Pangan, KFC, McDonald’s dan Pizza Hut, Jual Daging Busuk

Skandal Pangan, KFC, McDonald’s dan Pizza Hut, di China jual daging busuk. (Ilustrasi: Suut Amdani)
Skandal Pangan, KFC, McDonald’s dan Pizza Hut, di China jual daging busuk. (Ilustrasi: Suut Amdani)

Raksasa restoran makanan cepat saji seperti Kentucky Fried Chicken (KFC), McDonald’s, dan Pizza Hut, tengah digoyang skandal pangan di China. Salahsatu pemasok utama restoran tersebut diduga kuat mencampurkan daging busuk dalam produk daging olahan.

Seperti diberitakan Associated Press, Senin (21/7), Husi Food Co. Ltd. anak perusahaan OSI group telah memasok produk daging olahan yang diduga berkualitas buruk di sejumlah restoran besar di China.

Shanghai Daily melaporkan, selain McDonald’s, OSI Group juga menyuplai Burger King, Papa John’s Pizza, Starbuck dan restoran Sandwich, dan Subway.

Pemerintah setempat didukung oleh Administrasi Makanan dan Minuman Shanghai itu memerintahkan kepolisian untuk menutup sementara pabrik dan menggelar penyelidikan. Pemerintah kota juga menyita bahan mentah dan produk daging olahan OSI yang diduga menggunakan daging busuk.

Jika terbukti, manajemen OSI Group terancam “hukuman berat,” tulis kepolisian Shanghai dalam pernyataan resminya.

Reaksi McDonald’s

McDonald’s bereaksi dengan “segera” menghentikan pemakaian produk buatan pabrik OSI. Langkah serupa juga diambil oleh KFC dan Pizza Hut di China.

Negeri tirai bambu itu belakangan memang tengah didera sejumlah skandal terkait makanan dan keamanan produk lantaran penegakan hukum yang lemah dan korupsi.

Salah satu skandal terbesar terjadi 2008 silam ketika zat melamin ditemukan pada produk-produk berbasis susu. Akibatnya sedikitnya enam bayi tewas dan 300.000 dirawat di rumah sakit.

Raksasa waralaba AS, Walmart mengklaim awal tahun kemarin pihaknya telah memperketat inspeksi terhadap semua pemasok di Cina. Langkah itu diambil setelah Walmart terpaksa menarik semua produk daging keledai, setelah terbukti mengandung daging rubah.

Tahun lalu kepolisian China menangkap ratusan orang karena diduga melanggar undang-undang keamanan makanan, termasuk di antaranya menjual daging tikus dan rubah sebagai daging sapi.

Sumber: Okezone, AFP, DW

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani