BIG Butuh 2000 Tenaga Survei dan Pemetaan

Kesjasama BIG dan ITB, buka program Diploma Survei dan Pemetaan. (Foto: GNOL)
Kerjasama BIG dan ITB, buka program Diploma Survei dan Pemetaan. (Foto: Gema Nurani)

Bogor, GNOL* Indonesia saat ini tengah kekurangan tenaga survei dan pemetaan yang memikili kopetensi. Badan Informasi Geospasial (BIG) mengaku kekurangan tenga survei, lantaran penerimaan pegawai melalui CPNS dipersyaratkan lulusan S1 dan S2. ”Ini yang membuat BIG kekurangan tenga survei dan pemetaan. Padahal, informasi geospasial harus terus di perbarui,” terang Sekretaris Utama BIG Titiek Suparwati di sela penandatangan kerjasama BIG dan Institut Teknologi Bandung (ITB) di Cibinong, Bogor, Jumat (15/8). Titiek mengungkapkan, jumlah surveyor BIG saat ini sebanyak 700 orang yang direkrut sejak 20 tahun silam dan segara memasuki masa pensiun. Idealnya, untuk melakukan pembaruan informasi geospasial di Indonesia butuh 2.000 orang. ”CPNS itu yang diperbolehkan S1 dan S2, ini kan ketinggian kalau untuk pekerjaan surveyor dan pemetaan. Makannya, dibutuhkan lulusan Diploma I yang bisa melakukan itu,” terang Titie. Dari kerjasama tersebut, BIG berharap akan ada sumber daya manusia siap pakai yang memiliki kompetensi dalam melakukan kegiatan survei dan pemetaan. Bahkan banyak perusahaan swasta yang juga membutuhkan tenaga tersebut. ”Ini kesempatan lulusan SMA untuk mendapatkan pekerjaan. Tentu dengan tambahan pendidikan Diploma,” katanya. Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, Eddy  Subroto menjelaskan berdasarkan kebutuhan tersebut, dilakukan pengkajian dari tahun 2011 sampai akhirnya ITB membuka program Diploma I baru dengan studi survei dan pemetaan. “Ini bisa dibilang pilot project ITB dan BIG dan pembukaan angkatan awal, difokuskan bagi calon mahasiswa dari lembaga dan pemerintahan daerah, mengingat kebutuhan yang mendesak,” katanya. Program D1 studi survei dan pemetaan akan mulai berlangsung pada 25 Agustus nanti bertempat di Kampus ITB Jatinangor, Bandung. Untuk staf pengajar akan diisi praktisi dari ITB dan BIG.

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani