Erdogan Tantang Israel, Kirim Pesawat Evakuasi Korban Gaza

Recep Tayyip Erdogan terpilih sebagai presiden Turki. (Foto: TheTimes)
Recep Tayyip Erdogan terpilih sebagai presiden Turki. (Foto: The Times)

Recep Tayyip Erdogan terpilih sebagai presiden Turki. Ia nyatakan akan jadi presiden bagi semua orang Turki. Bahkan terpilihnya Erdogan melalui pemilu pertama di Turki menjadi angin segar untuk para korban perang Gaza, Palestina.

Tidak hanya mengutuk tindakan Israel terhadap Palestina, Erdogan mengirim bantuan medis dengan mengerahkan armada pesawat pada Minggu malam (10/8).

Tiga wanita dan satu pemuda Palestina diterbangkan dari Tel Aviv ke Ankara untuk dirawat sesudah Turki. Kelompok bantuan Turki pada Senin (11/8), menyatakan akan kembali mengirim armada kapal untuk menantang Israel atas pengucilan Gaza, empat tahun setelah pasukan komando Israel menyerbu armadanya, yang menuju Palestina, dan menewaskan 10 warganya.

Rencana itu dipastikan bakal memperburuk upaya membangun kembali hubungan diplomatik Turki dengan Israel.

Menteri Luar Negeri Ahmet Davutoglu merinci bantuan itu pada pekan lalu setelah sebulan pertumpahan darah, yang menewaskan 1.910 warga Palestina dan 67 orang Israel.

Tapi, niat baik apa pun dari langkah itu dapat mengancam pengumuman Yayasan Bantuan Kemanusisaan (IHH) bahwa gabungan pegiat pendukung Palestina dari 12 negara memutuskan meluncurkan iringan dalam bayangan gempuran terkini Israel atas Gaza.

“Gabungan Armada Kebebasan memastikan bahwa, karena sebagian besar pemerintah terlibat, tanggung jawab jatuh pada masyarakat untuk menantang pengucilan Israel atas Gaza,” katanya dalam pernyataan sesudah kelompok itu bertemu di Istanbul pada akhir pekan lalu.

Wanita juru bicara IHH tidak merinci. Kelompok itu akan mengadakan jumpa pers pada Selasa (12/8), katanya. Sembilan warga Turki tewas pada Mei 2010 di perairan antarbangsa setelah Tentara Israel menyerbu kapal mereka, Mavi Marmara, yang memimpin armada itu untuk memecah kucilan tujuh tahun Israel atas Gaza.

Pegiat ke-10 Turki meninggal pada Mei akibat luka dari serangan itu. Sesudah sebelumnya bersekutu, hubungan Turki dengan Israel tegang sejak akhir 2008 akibat gerakan tentara Israel terhadap pejuang, yang menguasai Gaza.

Erdogan, Minggu (10/8) terpilih menjadi presiden, termasuk yang pengecam paling nyaring atas kemelut Israel dengan gerakan Hamas, yang memerintah Gaza. Dalam kampanye pemilihan umum, Erdogan menyamakan ulah Israel di Gaza dengan kelakuan Hitler dan memperingatkannya akan tenggelam dalam darah, yang ditumpahkannya.

Tak hanya dalam kasus Gaza. Pemerintahan Erdogan sebelumnya juga ikut melindungi lebih dari satu juta pengungsi dari perang di Suriah dan Irak. Terkait kasus Gaza, pemerintahan Erdogan berani mengambil resiko walau hubungan diplomatiknya dengan Israel semakin hari semakin memburuk.

Rakyat Turkey yang menyatakan pro-Palestina semakin besar, sebagian berasal dari golongan Sunni Muslim Turki, ribuan pengunjuk rasa telah berulang kali turun ke jalan dalam beberapa pekan terakhir untuk menunjukkan aksi penolakan mereka terhadap serangan Israel di Gaza.

Erdogan mengumumkan peluncuran koridor udara dalam pidato pertamanya setelah memenangkan pemilihan presiden beberapa hari silam. Dia menggambarkan kemenangannya sebagai kemenangan bagi Gaza. Dalam kampanye menjelang pemilu, Erdogan telah menyamakan tindakan Israel di Gaza dengan Hitler dan memperingatkan bahwa dirinya alan ikut “tenggelam dalam darah” untuk membantu rakyat Palestina.

Sumber: Republika, Antara, kompasiana

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani