Hamas Bergeming Tawaran Gencatan Senjata Lanjutan Israel

Gencatan senjata selama 72 jam di Jalur Gaza, Palestina.
Gencatan senjata selama 72 jam di Jalur Gaza, Palestina.

Selama 72 jam atau 3 hari hingga Jumat (8/8) pagi, penduduk Gaza, Palestina, bisa mendapat pasokan bahan makanan pokok dan kesehatan. Pejuang Hamas bergeming dengan tawaran gencatan senjata lanjutan Israel.

Juru runding Mesir, tinggal memiliki waktu 24 hingga besok pagi untuk menawarkan solusi gencatan senjata lanjutan perang di Jalur Gaza. Hingga kini, belum jelas apakah gencatan senjata di Jalur Gaza akan berlanjut.

Seperti diberitakan BBC, Israel menawarkan perpanjangan selama 3 hari setelah gencatan senjata pertama usai para Jumat (8/8), sepanjang pertempuran 3 minggu di Gaza yang menewaskan sedikitnya 1.886 penduduk Palestina dan 67 warga Israel tewas akibat perang yang berkecamuk.

“Israel tidak memiliki masalah memperpanjang gencatan senjata tanpa syarat,” kata seorang perwira militer Israel kepada kantor berita AFP. Seorang jurubicara militer juga mengklaim, pihaknya sudah menarik pulang 27.000 tentara cadangan. Sementara 55.000 serdadu masih disiagakan.

Sejauh ini Hamas belum memberikan isyarat apapun terkait tawaran Israel tersebut. Sebelumnya salah satu punggawa kelompok garis keras itu, Mussa Abu Marzuq menepis kabar adanya kesepakatan antara pihaknya dan juru runding Mesir.

“Belum ada kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata,” tulisnya via jejaring sosial Twitter. “Semua berita tentang perpanjangan masa tenang tidak berdasar,” imbuh Jurubicara Hamas, Sami Abu Zuhri.

Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Liebermann mendesak agar Jerman lebih terlibat dalam mendamaikan konflik di Timur Tengah. “Jerman sebagai negara kunci di Eropa harus memainkan peranan penting di dalam perang Gaza,” ujarnya.

Ia mengharapkan pemerintah Berlin mengajak negara-negara Eropa lain untuk mengembangkan solusi untuk menghindari bencana ekonomi dan kemanusiaan di Gaza. Liebermann juga mendesak Jerman dan Uni Eropa mengirimkan tim pemantau ke Gaza.

Tim tersebut bertugas mengawasi kegiatan perdagangan Palestina dengan negara-negara tetangga. Jerman “harus mengambil tanggungjawab dan memimpin misi tersebut,” ujarnya. Menurutnya misi itu penting untuk mencegah timbulnya konflik lanjutan di Gaza.

Iran Serukan Persenjatai Palestina

Iran negara Muslim melalui pemimpin spiritual tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei menyerukan kepada dunia Islam untuk mempersenjatai rakyat Palestina, agar bisa membalas apa yang ia sebut sebagai ”genosida” Israel di Jalur Gaza.

“Kami mengatakan kebalikannya. Dunia dan khususnya dunia Islam harus mempersenjatai… rakyat Palestina.“

Iran tidak mengakui keberadaan Israel dan mendukung kelompok Islamis di Palestina yang memerangi negara itu.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan dunia Muslim dilanda oleh “dua tumor“ – Israel, dan kelompok jihadis negara Islam (ISIS), yang telah merebut sebagian besar wilayah di Suriah dan Irak.

Sumber: BBC, AFP, Deutsche Welle

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani