IPB Pendorong Utama Kecamatan Dramaga Jadi Perkotaan

Kampus IPB Dramaga. (Foto: IPB)
Kampus IPB Dramaga. (Foto: IPB)

Istitut Pertanian Bogor (IPB), perguruan tinggi pertanian negeri ini mendongkrak nama Bogor di mata masyarakat luas. Keberadaan kampus IPB yang berada di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berdampak besar pada peralihan desa menjadi perkotaan.

Dramaga, terletak di bagian barat dari kota, tepatnya sekitar 8 km dari pusat Kota Bogor. Saat ini Dramaga direncanakan akan memisahkan diri dari Kabupaten Bogor dan termasuk satu dari 14 kecamatan yang akan membentuk Kabupaten Bogor Barat.

IPB rutin melakukan program ‘Jumling’ atau Jumat Keliling ke desa-desa lingkar kampus sebagai salah satu program Lembaga Pengabdian dan Penelitian Kepada Masyarakat, melakukan pembinaan masyarakat.

Ciherang adalah salahsatu desa lingkar kampus IPB yang dikunjungi saat Jumling pekan lalu. Memiliki luas wilayah sekitar 251,7 Ha dengan jumlah penduduk 12.000 jiwa, terdiri atas 300 KK, 49 RT dan 11 RW. Di Ciherang, IPB melatih masyarakat tentang pengelolaan sampah dan penyerahan bantuan alat kebersihan.

Lurah Desa Ciherang, Suherwin mengatakan, muncul beberapa masalah di desanya, seperti lahan pertanian sudah beralih fungsi menjadi pemukiman dan masalah kebersihan.

Sementara Camat Dramaga, Baihaqi menyebut dalam waktu dekat Kecamatan Dramaga akan berubah. Terutama dengan rencana pembangunan jalan guna mengatasi kemacetan lalu lintas menuju Kampus IPB Dramaga. Dengan ini, diprediksi makin banyak pendatang baru ke Dramaga.

Seiring dengan perubahan tersebut, Camat berkeinginan untuk melestarikan tanaman komoditas ciri khas Kecamatan Dramaga, yakni Pala dan Jambu.

Camat tak menampik dampak yang bakal muncul di masyarakat termasuk sosial. “Perlu kiranya untuk diantisipasi. Masyarakat pun harus dipersiapkan dalam menghadapinya. Khususnya, dengan menggalakkan syiar agama menuju pembinaan moral generasi muda,” harapnya.

Wakil Kepala bidang Pengabdian pada Masyarakat, Lembaga Pengabdian dan Penelitian Kepada Masyarakat IPB, Dr. Hartoyo menilai, seiring berubahnya wilayah Dramaga, lahan pertanian berubah menjadi lahan bangunan layaknya di perkotaan.

“Oleh karena itu, pembinaan masyarakat hendaknya difasilitasi agar terjaga dalam koridor yang positif,” katanya.

Menurut dia, masalah kriminalitas, seperti pornografi, narkoba dan lain-lain, sering terjadi tak lain karena masyarakat belum siap menghadapi perubahan ber-platform modernisasi.

Terkait masalah kebersihan, tahun ini IPB menargetkan sejumlah program bantuan kebersihan kepada masyarakat lingkar kampus. Selain itu, IPB juga merencanakan pelatihan teknik pengasapan, agar masyarakat juga terampil menggunakan alat-alat fogging.

“Tidak hanya desa yang berubah, IPB pun berubah. Keilmuan di IPB tidak hanya ilmu tanam-menanam. Tapi telah berkembang ke arah sosial, seperti adanya Departemen Ekonomi Syariah, yang merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. IPB juga memiliki Departemen Ilmu Komputer, Departemen Ilmu Gizi, dan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen,” tutur Dr. Hartoyo.

“IPB berharap, ilmuan tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. IPB siap membantu. Jika ingin berkonsultasi, silakan menghubungi IPB melalui LPPM IPB sebagai lembaga yang bertugas mengkoordinasikan pengabdian IPB kepada masyarakat. Masyarakat juga bisa berkonsultasi terkait Posdaya dan PAUD, untuk meningkatkan kualitas anak usia dini. Kemudian, juga bisa melakukan kemitraan UMKM, dimana IPB memiliki sejumlah ahli di bidang tersebut,” lanjutnya.

Khas Dramaga

Terkait ikon dan ciri khas Kecamatan Dramaga dengan komoditas pala, Dr. Hartoyo mengaku setuju. “IPB pernah menggelar acara seminar pala, tentang program pengembalian pala di seluruh Indonesia. Bahkan, beberapa waktu lalu dalam acara Bina Cinta Lingkungan, IPB telah memberikan sekitar 2000 tanaman pala di seluruh desa lingkar kampus,” jelasnya.

“Jika ada lahan yang bisa ditanami tanaman pala, IPB siap bantu. Tahun ini IPB menerima 3700 mahasiswa S1 ditambah Program Diploma. Saya sangat berharap warga masyarakat desa lingkar kampus dapat menjadi guru bagi mereka. Jika ada perilaku mereka yang tidak tepat, mohon ditegur,” pungkasnya.

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani