Jelang Putusan MK, Jokowi Perkuat Koalisi Parlemen

Jokowi, presiden terpilih 2014.
Jokowi, presiden terpilih 2014.

Jakarta, GNOL* Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutuskan sengketa pilpres pada 21 Agustus. MK memikul beban berat, lantaran seketa pemilu kali ini melibatkan tiga poros penting (Kubu Prabowo-Hatta, Jokowi-JK dan KPU), dan berpotensi menyulut konflik horizontal.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago memprediksi ada tiga kemungkinan putusan yang bisa diambil oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Pertama, menerima gugatan termohon (Prabowo-Hatta). Namun, putusan ini tetap berisiko tinggi terhadap kestabilan politik, terutama menyangkut pendukung Jokowi yang mempertanyakan keputusan tersebut.

Kedua, menolak semua gugatan Prabowo-Hatta. Putusan MK tersebut tetap akan membuat suasana politik menjadi gaduh, memanas dan mengancam stabilitas politik.

Ketiga, memenuhi sebagian gugatan Prabowo-Hatta. Dengan konsekuensi Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa Provinsi atau semua TPS di Papua atau sebagian TPS di Indonesia.

“Saya berkeyakinan amar putusan MK tanggal 21 Agustus, mengambil opsi ketiga,” ujar Pangi Syarwi Chaniago, Selasa (19/8).

Ia menuturkan itu dilakukan sebagai keputusan kompromi atau jalan tengah, untuk mengakomodir kepentingan kedua belah pihak. “Ketika MK tidak mengambil jalan tengah tentu akan membuat suasana gaduh, mengancam kesatuan bangsa yang berujung konflik horizontal artinya putusan MK berisiko besar membuat rakyat terbelah,” katanya.

Pangi mengatakan publik merindukan keputusan yang memenuhi rasa keadilan dan keputusan yang mengakomodir kepentingan kedua belah pihak. Menurutnya, MK jangan terjebak pada angka angka semata.

“Ini ujian besar bagi hakim MK atas pertaruhan independensi, objektifitas, faktual hukum dan realitas sehingga amar putusan atau vonis MK betul betul memenuhi rasa keadilan,” katanya.

Poros Baru

Sedikit demi sedikit, skema dukungan parpol mulai berubah. Presiden terpilih Joko Widodo mengatakan dua partai yang tadinya mendukung Prabowo -Hatta kemungkinan akan merapat ke kubunya, yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat.

“Ini saya ngomong apa adanya, kemungkinan PAN dan Demokrat. Itu kemungkinan, ya, yang sedang berproses,” ujar Jokowi di Balai Kota, Selasa.

Seperti diketahui, kubu Jokowi terbilang lemah di parlemen dengan dukungan koalisi parpol pengusung saat ini. Jokowi mengamini, koalisi yang kuat di parlemen akan memberikan dampak positif bagi kelangsungan program-program yang disusunnya nanti.

“Tentu saja ada dampaknya pada program, bisa terakomodir. Tapi ini masih dalam proses, jangan neges-negesin dulu,” tutur Jokowi.

Mengenai skenario mengamankan parlemen melalui Ketua DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Jokowi menyerahkan mekanisme tersebut pada PDIP. Jokowi mengaku hanya menangani urusan yang berbau eksekutif.

Sumber: Tempo, Republika

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani