Kabinet Jokowi Lebih Ramping Hemat Rp3,8 Triliun

Jokowi, presiden terpilih 2014-2019. (Foto: Reuters)
Jokowi, presiden terpilih 2014-2019. (Foto: Reuters)

Postur kementerian di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) bakal dirampingkan. Perampingan kementerian ini merupakan salahsatu janji Jokowi saat kampanye lalu.

Isu perampingan kementerian ala Jokowi kembali hangat dalam pembahasan Tim Transisi yang tengah menyiapkan opsi postur pemerintahan lima tahun mendatang.

Jumlah kementerian bakal dimampatkan menjadi 27 atau lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah maksimal 34 kementerian seperti pada Kabinet Indonesia Bersatu saat ini.

Deputi Tim Transisi Jokowi-JK Andi Widjajanto menyatakan, opsi agar kementerian dikurangi makin menguat. ”Sejauh ini opsi ini lebih efektif, lebih efisien, cocok dengan apa yang diinginkan Pak Jokowi dan Pak JK,” kata Andi.

Dengan opsi itu, akan ada sejumlah kementerian yang digabung. Misalnya, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan bisa dilebur. Lalu, Kementerian Pertanian serta Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa digabung menjadi kementerian kedaulatan pangan.

Selain mengurangi jumlah menteri, muncul opsi meniadakan wakil menteri. ”Tidak ada wakil menteri, kecuali Kementerian Luar Negeri,” kata dia.

Hemat Anggaran

Andi juga menjelaskan, perampingan postur kabinet secara otomatis akan berdampak pada anggaran. Berdasar hitung-hitungan, akan ada penghematan anggaran hingga Rp 3,8 triliun.

Rencananya arsitektur definitif yang didesain tim transisi akan diusulkan kepada Jokowi-JK akan pada 15 September 2014. Saat ini tim masih memetakan akar permasalahan yang dihadapi pemerintahan sekarang.

Sesuai ketentuan perundang-undangan, ada tiga kementerian yang mutlak harus ada. Yakni, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Luar Negeri. ”Namun, segala opsi itu berakhir pada Jokowi-JK,” kata Andi.

Picu Konflik Koalis

Langkah perampingan kabinet dinilai berisiko, lantaran akan mengurangi “jatah kue” untuk koalisi pendukung pemerintah.

Pengamat Politik The SUN Institute, Andrianto, menyarankan agar Jokowi-JK menyempurnakan menteri-menteri yang duduk kabinet pemerintahnya.

“(Rampingkan kabinet) mustahil bisa berlaku, yang perlu disempurnakan adalah personalia menteri-menterinya. Jadi kata kuncinya di personalianya bukan distruktur kabinetnya,” ujar Andrianto, Selasa (26/8/2014).

Dia menilai, menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak cepat berakselarsi padahal Anggaran Pendapat Belanja Negara (APBN) Indonesia sudah puluhan triliun. Kata Andrianto, hal itulah yang perlu dibenahi Jokowi.

“Jadi dengan besaran APBN dan jumlah penduduk yang tersebar dari sabang sampai merauke tampaknya kementerian yang ada saat ini sudah betul,” ujarnya.

Wiranto Percaya

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto menegaskan kader partainya tidak perlu mengkhawatirkan pemikiran yang diusung pemerintahan Jokowi, karena sejalan dengan semangat kerakyatan yang dipedomani partai sejak awal.

“Hanura tidak usah khawatir dengan pemikiran-pemikiran dan semangat yang dimunculkan presiden terpilih saat ini, karena semangatnya semangat kerakyatan,” kata Wiranto seusai menghadiri acara Halal Bihalal Gerakan Pemantapan Pancasila di Gedung Granadi, Kuningan, Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan perjuangan Hanura di DPR tidaklah bersifat parsial, karena sejak dulu Hanura selalu memiliki orientasi memperjuangkan pemikiran rakyat. Oleh karena itu dia meminta seluruh kader Hanura di DPR untuk senantiasa mengingat perjuangannya semata-mata demi rakyat.

Dia juga menekankan menteri-menteri di kabinet selanjutnya seyogyanya fokus pada kepentingan rakyat, bukan justru mengawal pemikiran-pemikiran partai semata.

Sebab, kata dia, kebijakan-kebijakan yang diterapkan Presiden pada dasarnya diambil melalui aspirasi rakyat. Kemudian Presiden mengoperasikan kebijakan itu melalui menteri-menteri terkait, sehingga menteri pun intinya mengaplikasikan pemikiran rakyat.

“Jadi menteri mengaplikasikan pemikiran rakyat, bukan mengaplikasi pikiran partai politik,” kata dia.

Sumber: Antara, ,Jawa Pos, Okezone

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani