Melihat Proses Demokrasi di Sekolah

Haidar, ketua OSIS terpilih SMI IT Ummul Quro Bogor. (Foto: UQ)
Haidar, ketua OSIS terpilih SMI IT Ummul Quro Bogor. (Foto: UQ)

Sekolah, tempat anak-anak menimba ilmu pengetahuan dan keimanan, rupanya juga mengajarkan proses demokrasi, sebagai salahsatu sistem yang dianut negara Indonesia dalam melakukan pemilihan pemimpin, seperti Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, dan Kepala Daerah.

Lantas, seperti apakah proses demokrasi di sekolah berjalan? Salahsatu contohnya, dapat dilihat dalam pemilihan ketua OSIS di SMP IT Ummul Quro Bogor. Haidar Alfadhil, mendapat mandat sebagai Ketua OSIS terpilih melalui porses pemilihan umum dengan raihan suara 65,78 persen mengalahkan 4 kandidat lainnya.

“Porses pemilian secara langsung laiknya Pemilu di Indonesia ini menjadi cara sekolah mengenalkan demokrasi. Kami berharap, anak-anak nanti saat dewasa memahami memiliki hak suara dalam menentukan pilihan dalam pemilu di Indonesia,” terang Suhandi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPIT Ummul Quro Bogor, Senin (11/8).

Suhandi mengatakan, pemilu OSIS disesuaikan, ada beberapa tahapan yang berbeda dengan pemilu di Indonesia. Ia menjabarkan, tahap pertama, setiap kelas mengajukan dua bakal calon, lalu diseleksi oleh tim dari sekolah dan pengurus OSIS dimisioner.

Tahapan selanjutnya, terpilih 5 calon. Calon ini selajutnya melakukan kampanye Misi dan Visi secara terbuka, hingga di tahap akhir, pemilihan secara langsung oleh seluruh siswa melalui pencoblosan dan perhitungan suara.

“Ada beberapa syarat, salahsatunya calon tidak lagi memiliki masalah akademik. Calon harus memiliki nilai akademik baik, rata-rata memiliki nilai 80. Begitu juga saat pengurus dan ketua terpilih selama masa jabatan terjadi penurunan standar akademik atau pelanggaran peraturan sekolah, bisa dicopot,” terangnya.

Organisasi, lanjut Suhandi, penting bagi siswa untuk membangun jiwa kepemimpinan dan dipimpin. “Namun, akademik tetap menjadi fokus utama,” imbuhnya.

Haidar, Ketua OSIS terpilih mengaku senang mendapat dukungan dari para siswa lain. “Seneng banget, rupanya saya terpilih dan didukung teman-teman,” tutur dia yang juga mengaku makin dikenal siswa dari berbagai angkatan.

Ia menuturkan, kapanye melalui Media Sosial, seperti Path, Twitter hingga Instagram bersama tim suksesnya efektif dalam mensosialisasikan pencalonanya. “Ini yang kurang dilakukan para kandidat lain. Melalui media sosial, siswa lain bisa mengenal kita,” tuturnya.

Pemuda yang juga memiliki bakat di dunia musik Nasyid ini bakal menumbuhkan Public Mood. ”Yang penting kita ciptakan dulu public mood, agar ada kedekatan antara pengurus OSIS dan siswa, sehingga program bisa berjalan,” katanya.

Ia juga bakal merombak ulang sistem pengembangan kantin OSIS sebagai salahsatu sumber pendanaan kegiatan organisasi. ”Kita pengen OSIS bisa mandiri secara financial,” tuntasnya.

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani