Pengembangan UMKM Secara Kelompok Lebih Efektif

Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). (Foto: GNOL)
Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). (Foto: Gema Nurani)

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, lembaga keuangan milik pemerintah mengembangkan pola pelatihan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berbasis kelompok guna memperluas efektifitas dan cakupan pemberdayaan hingga ke pelosok desa.

Perseroan mengawali program ini dengan membentuk lima klaster atau kelompok usaha di Cianjur, Jawa Barat, dengan jumlah pelaku UMKM di masing-masing klaster bervariasi antara 15-25 pelaku UMKM.

Program Pemberdayaan Kapasitas Usaha (PKU) yang sudah dijajaki sejak Agustus 2013 ini telah memasuki tahap akhir, dengan jumlah UMKM penerima manfaat sekitar 100 pengusaha, yang 70% diantaranya merupakan nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).

“Pelatihan usaha berbasis kelompok ini cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan bisnis nasabah ULaMM, serta membuka peluang usaha di antara mereka,” jelas Executive Vice President PNM Arief Mulyadi pada acara Penutupan Program Pelatihan Kelompok Nasabah UlaMM Cianjur, dalam keterangan pers, Kamis (14/8)

Menurut Arief, lima klaster usaha yang berhasil dibentuk PNM di wilayah Cianjur adalah Kelompok Sadewata, Cikalong, Cipanas, Ciranjang, dan Warungkondang. Materi pelatihan cukup beragam, antara lain manajemen pelayanan prima, manajemen pengelolaan keuangan, manajemen keuangan rumah tangga, kiat pengeloalan utang-piutang, manajemen risiko, dan motivasi usaha.

“Tujuan dari program PKU ini adalah membentuk kelompok UMKM berdasarkan kedekatan geografis sehingga lebih efektif sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah,” ujar Arief Mulyadi.

Peningkatan Keahlian

Sementara itu, Pemimpin PNM Cabang Bandung Suryaddin, yang membawahi operasional bisnis perusahaan di Cianjur, menuturkan pembinaan terhadap UMKM tidak cukup hanya dengan bantuan permodalan, tetapi juga perlu ditingkatkan kemampuannya melalui berbagai pelatihan. Namun, karena jumlah nasabah UMKM sangat banyak, dengan beragam jenis usaha serta penyebaran hingga ke pelosok desa,  maka dikembangkan pola pelatihan  berbasis kelompok agar lebih efektif dan tepat sasaran.

“Setelah menjalani enam kali  pelatihan diharapkan sudah terbina kelompok yang solid dan mandiri sehingga mampu melakukan aktivitas sendiri,” terangnya.

Selain bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan dalam pengelolaan dan pengembangan usahanya, Suryaddin berharap kegiatan ini juga mampu membangun sinergi di antara sesama anggota. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi PNM dalam rangka membangun loyalitas nasabah dan meningkatkan kualitas pembiayaan.

“Ke depan, pola pelatihan dan pembinaan kelompok nasabah ini juga akan dikembangkan di daerah lain,” tegas Suryaddin.

Sekedar info, PNM merupakan sebuah Lembaga Keuangan Khusus yang sahamnya 100% milik Pemerintah. Tugas utama PNM adalah memberikan solusi pembiayaan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan kemampuan yang ada berdasarkan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar.

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani