Sayeeda Warsi, Menteri Inggris Undurkan Diri Karena Politik Gaza

Baroness Sayeed Warsi. (Foto: Reuters)
Baroness Sayeeda Warsi. (Foto: Reuters)

Baroness Sayeed Warsi, Menteri Muslim pertama di Inggris, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai protes akibat politik Gaza pemerintah Inggris yang dinilainya “secara moral tidak bisa dibela”, Selasa (5/8).

Warsi mengumumkan pengunduran diri dari jabatan Menteri Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran dan Menteri Kepercayaan dan Masyarakat melalui akun twitter miliknya, @ SayeedaWarsi. “Dengan penyesalan mendalam, saya memberikan pernyataan pengunduran diri kepada perdana menteri. Saya tidak bisa lagi mendukung politik Gaza yang dijalankan pemerintah.”

Ia juga menulis, “Menurut pandangan saya, politik kita berkaitan dengan proses perdamaian Timur Tengah secara umum, tapi terutama langkah dan bahasa yang digunakan dalam krisis Gaza saat ini tidak bisa dibela secara moral. Ini tidak sesuai dengan kepentingan nasional, dan dalam jangka panjang akan punya dampak merugikan bagi reputasi internasional dan domestik kita.”

Warsi selama ini secara lantang mengecam banyaknya jumlah warga sipil yang tewas di Gaza. “Apakah orang bisa terus-menerus membenarkan pembunuhan terhadap anak-anak,” demikian ditulis Warsi pada Twitter tanggal 24 Juli, ketika sebuah sekolah PBB yang digunakan untuk menampung pengungsi Palestina ditembaki.

Warsi, politisi muda berumur 43 tahun ini adalah solisitor Britania Raya keturunan Pakistan yang mendirikan life peer pada tahun 2007. Dari Mei 2010 hingga September 2012, ia menjabat sebagai Ketua, bersama dengan Lord Feldman, Partai Konservatif, dan Menteri tanpa Portofolio pada Kabinet David Cameron.

Ia adalah menteri Muslim ketiga dan wanita Muslim pertama yang menjabat sebagai menteri di Britania Raya, walaupun ia tidak pernah memenangkan pemilihan umum. Pada 4 September 2012, ia ditunjuk sebagai Menteri Senior Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran dan Menteri Kepercayaan dan Masyarakat.

Sumber: Kompas, Wikipedia, Deutsche Welle

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani