Transaksi Jualan Online Bakal Kena Pajak

Ilustrasi jualan online. (Foto: shopifybuilder)
Ilustrasi jualan online. (Foto: shopifybuilder)

Bisnis berjualan secara online membuka peluang selebar-lebarnya kepada masyarakat. Dengan online, usaha terasa ringan tanpa harus memiliki toko sekalipun.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mendorong bisnis penjualan online berkembang di Indonesia, namun juga bakal mengatur bagaimana mekanisme pebayaran pajaknya.

“Saya berpikir bagaimana orang bisa bertransaksi di udara itu lebih mudah dibandingkan beli di tokonya. Orang dari Sabang sampai Merauke beli dari internet dan bisa dikirim langsung, itu idenya,” kata Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, Kamis (7/8)

Kemendag menyatakan bahwa pemerintah akan menggodok aturan mengenai perdagangan elektronik atau e-commerce yang memudahkan pelaku usaha dan industri.

Oleh karena itu, Lutfi mempertimbangkan agar transaksi e-commerce tidak dibebani pajak. “Kalau semua kena pajak, sulit dong kita jalani,” ujar Lutfi.

Menurut Lutfi, jika transaksi e-commerce turut dikenakan pajak, maka dapat menurunkan potensi bisnisnya.

“Sekarang kalau kena pajak, orang akan beli dari luar negeri. Nanti orang nggak akan mau pakai web Indonesia,” kata Lutfi.

Namun, ia menegaskan, saat barang tersebut masuk dan diperjualbelikan kepada konsumen, pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tetap diberlakukan. Adapun yang tidak dikenakan pajak adalah jenis transaksinya.

Dalam waktu dekat Kementerian Perdagangan akan mengundang sejumlah pakar untuk membahas Peraturan Menteri Perdagangan terkait e-commerce ini.

“Dalam dua minggu ini akan menunjuk panel ahli, jumlahnya tujuh atau sembilan, ahli-ahli yang bikin bentuknya kayak apa. Idenya ingin menciptakan Alibaba Indonesia,” kata Lutfi.

Alibaba diketahui merupakan grup penyedia jasa bisnis e-commerce milik swasta di Hangzhou, Tiongkok. Layanannya berbasis internet, termasuk portal web untuk pelaku usaha (business-to-business), ritel dan pembayaran online, mesin pencari informasi belanja, dan layanan pusat data cloud.

“Pokoknya yang diatur tiga. Yaitu siapa yang jual, siapa yang beli, dan bayarnya bagaimana,” katanya.

Pesta Belanja Online

Guna meningkatkan transaksi online MasterCard Indonesia menggandeng Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) untuk meluncurkan Pesta Belanja Online. Program tersebut merupakan kerja sama dengan 14 merchant terkemuka tanah air.

Vice President and Country Manager MasterCard Indonesia Irni Palar mengatakan, kemitraan strategis keduanya berjalan dari Agustus 2014-Januari 2015. Tujuan program ini adalah mendorong dan membangun transaksi elektronik di Indonesia.

Pesta Belanja Online juga merupakan salah satu bentuk komitmen MasterCard dalam mengembangkan potensi e-commerce (pedagang elektronik) di Indonesia.

“MasterCard selalu berusaha memberikan solusi pembayaran elektronik yang cepat, aman, dan nyaman, melalui dukungan infrastruktur jaringan yang kuat dan kemitraan dengan bank-bank di Tanah Air. Program ini adalah bentuk kontribusi Mastercard untuk mendukung program Bank Indonesia (BI), less cash society,” ujar Irni.

Sumber: VivaNews, BeritaSatu

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani