Jokowi, Jangan Lupakan Partai Pengusung

Joko Widodo, presiden terpilih 2014. (Foto: Tempo)
Joko Widodo, presiden terpilih 2014. (Foto: Tempo)

Dipastikan, presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) bakal merampingkan jumlah menteri dalam kabinetnya. Tak hanya itu, Jokowi juga memberikan porsi lebih posisi menteri dari kalangan non politisi, termasuk kader partai politik pengusungnya.

Ketua Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat di parlemen, Syarifuddin Suding, mengatakan partainya menyetujui rencana presiden terpilih Jokowi lebih memilih tokoh non-pengurus partai politik sebagai menteri dalam kabinetnya.

Menurut Syarifuddin, keputusan itu bisa menghasilkan menteri-menteri yang bekerja maksimal. Meski begitu, dia mengaku kurang menyetujui rencana Jokowi membatasi calon menteri dari pengurus partai politik. Sebab, menurut dia, tokoh berkualitas dan independen tidak hanya berasal dari kalangan profesional.

Menurut dia, kalangan politikus dari partai pengusung Jokowi juga punya mempunyai kemampuan profesional dan independen.

Syarifuddin menyarankan, pengurus partai yang menjadi menteri mengundurkan diri dari kepengurusan partai politik masing-masing. Syarifuddin meyakini cara itu bisa membuat menteri dari partai politik dapat bekerja dengan tenang dan fokus.

“Kami minta Jokowi tak lupa bahwa ada partai politik yang ikut memenangkannya sebagai presiden,” katanya.

Sampai saat ini, presiden terpilih Joko Widodo belum membeberkan rancangan jajaran kabinet yang akan membantunya selama lima tahun ke depan.

Mantan Wali Kota Surakarta itu baru membentuk sebuah tim transisi untuk memperlancar peralihan pemerintahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke pemerintahan baru yang dipimpinnya.

Gerak Cepat

Sejatinya, tidak ada penolakan dari partai pengusung terhadap gagasan penyusunan kabinet Jokowi, namun Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Sutiyoso meminta untuk segera memilih menteri yang akan mengisi kabinetnya.

Bang Yos, sapaan akrabnya ini mengatakan hal tersebut bertujuan agar para menteri baru dapat melakukan transisi dengan menteri saat ini. “Jadi, transisinya bukan hanya presiden lama dengan presiden baru, tapi menterinya juga,” kata Sutiyoso di Balai Kota (1/9).

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, tanggal pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, yaitu 20 Oktober 2014, tinggal sebentar lagi. Sehingga, apabila menteri tidak ditentukan dari sekarang, Sutiyoso khawatir waktu yang tersisa tidak akan cukup untuk para menteri baru melakukan transisi dengan menteri lama.

“Kalau melakukan pada saat itu tidak akan kekejar waktunya, tinggal satu setengah bulan. Itu tidak lama,” lanjutnya.

Sementara itu, Jokowi mengatakan susunan kabinet akan ditentukan pertengahan September seusai dibahas dengan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla. “Kalau soal menteri tunggu pertengahan September,” ucapnya.

Sumber: Solopos, Tempo

Recommended For You

About the Author: Suut Amdani