Irkut Corporation Rusia Minat Kembangkan Pesawat Penumpang N219 Produksi PT DI

CANGGIH - Suasana produksi Irkut Corporation Rusia. (Foto: Russia Insider)
CANGGIH – Suasana produksi Irkut Corporation Rusia. (Foto: Russia Insider)

Industri pesawat terbang Rusia, Irkut Corporation, menyatakan berminat pada pengembangan pesawat penumpang N219 produksi PT Dirgantara Indonesia. Hal tersebut disampaikan saat kunjungan delegasi Rusia pimpinan Duta Besar Federasi Rusia di Indonesia, Mikhail Galuzin, di Kementerian Perindustrian, Jumat (23/10/2015).

“Mereka memiliki konsep untuk kerja sama, joint-operation produksi pesawat PT DI. Ini peluang kita untuk mendapat teknologi baru, menambah nilai produk, dan meningkatkan hubungan dengan perusahaan multinasional,” ujar Direktur Industri Alat Transportasi Darat di Direktorat Jenderal ILMATE Kemenperin, Soerjono.

Ia mengungkapkan delegasi Rusia juga ingin meramaikan bisnis otomotif, khususnya kendaraan roda empat dan alat berat.

“Ini menarik karena akan memeriahkan bisnis otomotif, karena selama ini konsumen kita akrab dengan merek Jepang, Eropa, dan belakangan Tiongkok,” tuturnya.

Pada sektor alat berat, sambungnya, produk Rusia dikenal memiliki kekuatan dan ketahanan.

Selain itu, Rusia berencana menanamkan modal pada proyek kereta api di Kalimantan.

“Rusia (juga) tertarik ke bisnis galangan untuk replacement kapal tua. Mereka menawarkan teknologi pemetaan posisi ikan berbasis satelit. Ini dapat menjawab keluhan rekan-rekan nelayan yang kesulitan melacak ikan dengan presisi,” ucap Soerjono.

Diperkirakan, saat ini terdapat sekira 15 ribu kapal termasuk penangkap ikan, telah berusia 30 tahun ke atas. Separuh dari populasi kapal tersebut atau sekira 7000 unit perlu diperbarui.

2014, Total Perdagangan Capai US$2,6 Miliar

Negeri Beruang Merah kini menduduki peringkat ekonomi terbesar ke-6 dunia dan diakui memiliki keunggulan di bidang riset dan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan lokal Indonesia dalam kerja sama bisnis.

Menurut Menteri Perindustrian, Saleh Husin, peluang kerja samanya cukup besar, apalagi jika melihat nilai total perdagangan yang mencapai US$2,6 miliar pada 2014. Kedua negara memiliki kesamaan wilayah luas dan sumberdaya alam melimpah serta pertumbuhan ekonomi yang pesat.

“Pengembangan infrastruktur yang tengah dipacu oleh Indonesia semakin menarik investor global untuk menanamkan modalnya. Rusia adalah salah satu raksasa ekonomi dunia yang turut berminat melakukan investasi beberapa industri di Indonesia,” terang Saleh.

Pada pertemuan dengan Menperin, turut pula pakar biologi dari All-Russia Research Institute of Fisheries and Oceanography, Alexander Glubokov, serta perwakilan industri pembuatan, perbaikan, dan pemeliharaan kapal, United Shipbuilding Corporation.

Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII), Achmad Sigit Dwiwahjono, menambahkan, kerja sama pada industri manufaktur akan memperkuat peran Indonesia di jaringan suplai global. Kemitraan membuka akses lebih luas di pasar komoditas dan investasi dunia.

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.