Jelang MEA, Russia-ASEAN Youth Summit 2015 Perluas Koneksi Regional

ERAT - Russia-ASEAN Youth Summit 2015 di FEFU Vladivostok, Rusia. (Foto: KBRI Moscow)
ERAT – Russia-ASEAN Youth Summit 2015 di FEFU Vladivostok, Rusia. (Foto: KBRI Moscow)

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) tidak lama lagi bergulir. Selain mempersiapkan potensi sumberdaya manusia dalam negeri, relasi regional pun terus diperkuat. Rusia, salah satu negara superpower, menjadi salah satu negara penting yang layak digandeng.

Pada Kamis-Minggu (8-11/10/2015), Russia-ASEAN Youth Summit 2015 resmi dibuka di Far Eastern Federal University (FEFU), Kota Vladivostok, Rusia. Mengusung tema ‘Young Russia Young ASEAN Expanding Regional Connection’, summit diarahkan pada persiapan ASEAN Community.

Lebih dari 100 pemuda menuangkan berbagai gagasan untuk memperkuat hubungan Rusia dan ASEAN. Dalam pertemuan internasional ketiga tersebut, Indonesia ikut ambil bagian, dengan mengirimkan 16 delegasi pemuda.

“Russia-ASEAN Summit pertama dan kedua telah memberikan dampak pada hubungan pendidikan dan kepemudaan Rusia dan ASEAN. Kali ini, untuk menyambut ASEAN Community, kerja sama ekonomi, budaya, dan keamanan menjadi fokus,” ujar Director of ASEAN, Victor Sumsky, dirilis KBRI Moscow.

Summit dihadiri Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Belarus, Djauhari Oratmangun; Duta Besar Indonesia untuk ASEAN, I Gede Ngurah Swajaya; Sekertaris Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Iwan Suyudie Amri; dan Sekretaris Bidang Politik Kedutaan Besar Indonesia di Rusia, Rahadian Wisnu Broto.

“Russia-ASEAN Youth Summit diinisiasi awal oleh Indonesia bersama dengan Rusia untuk memperkuat masa depan Rusia dan ASEAN melalui pertemuan para pemuda,” tutur Djauhari.

Sementara itu, Dias Khadijah dan Anggit Cisantra, masing-masing adalah delegasi Indonesia dari Universitas Indonesia dan Universitas Brawijaya mengatakan, summit kali ini memberikan banyak kesempatan untuk berperan dalam ASEAN Community dan melakukan kerja sama antar-pemuda ASEAN dan Rusia.

Russia-ASEAN Youth Summit 2015 bekerja sama dengan berbagai media dan stakeholder Rusia serta GudLak ID dari Indonesia yang memfasilitasi penyeleksian delegasi Indonesia.

Kawan Lama

Menilik sejarah, Indonesia dan Rusia memiliki hubungan erat. Uni Soviet memiliki peranan besar dalam perjuangan diplomasi mencari pengakuan internasional atas kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia. Hubungan semakin harmonis pada akhir 1950-an dan awal 1960-an.

Memasuki era Orde Baru, hubungan Uni Soviet dan Indonesia berubah drastis. Orde Baru kurang memberi respek pada hubungan bilateral ini.

Hingga pada 1990-an, setelah Uni Soviet runtuh, hubungan Indonesia dan Rusia kembali berkembang.

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.