Kolaborasi Keberagaman Budaya dan Kemaritiman, Ratu Denmark Kunjungi UGM

Indonesia dan Denmark memiliki banyak kesamaan, khususnya keberagaman budaya dan maritim. Kolaborasi penelitian antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Denmark dapat ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikan Rektor UGM, Prof Dwikorita Karnawati, saat menerima kunjungan Ratu Denmark, Margrethe II, didampingi Menteri Luar Negeri Denmark, Kristian Jensen, ke UGM, Sabtu (24/10/2015).

“Kunjungan Ratu Denmark bukan sekadar pertemuan resmi, namun merupakan interaksi budaya antara kedua belah pihak. Kunjungan ini akan memperkuat kolaborasi dan kerja sama kita di masa mendatang,” ujar Dwikorita, dirilis Humas UGM.

Rektor berharap, kunjungan Ratu Denmark bisa meningkatkan kolaborasi penelitian antara UGM dan Denmark.

“Kita tidak hanya menghasilkan publikasi yang berkualitas, tetapi juga solusi praktis dalam menghadapi persoalan bangsa. Untuk itu, harapannya, kolaborasi ini akan berkontribusi bukan hanya untuk Indonesia dan Denmark, tetapi juga dunia,” tuturnya.

Dalam kunjungannya ke UGM, Ratu Denmark sempat menyaksikan beberapa hasil karya mahasiswa UGM, semisal Documentation Video of UGM Community Project 2015 Get Award From UNESCO, Savinna, Gadjah Mada Aerospace Team, Wemary.com, Calova, Wisful.org, Sago Cake: Increasing The Selling Value of Sago Commodity for Better Community Papua, Gamaforce 2, Pijarpsikologi.org, Pasienia, Maritime Glory of Majapahit, Serat Damarwulan, dan Serat Selarasa.

Margrethe II juga berkesempatan membuka secara resmi Joint Lecture terkait kerja sama inovatif abad ke-21 ‘Denmark’s Political and Commercial Relationship With Indonesia, ASEAN and Asia’ di Balai Senat UGM.

Saat diskusi, Menteri Luar Negeri Denmark, Kristian Jensen, menyinggung keunggulan Indonesia, ASEAN, dan Asia pada abad ke-21. Denmark menilai, Asia merupakan sumber kekuatan dunia, termasuk Indonesia.

“Di masa mendatang, mahasiswalah yang akan mengembangkan dan mengimplementasikan kerja sama ini,” ungkap Jensen.

Empat Kerja Sama Penting

Sebelumnya, Kamis (22/10/2015) siang, Ratu Margrethe II didampingi Pangeran Consort diterima Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta. Pertemuan membahas kerja sama interfaith (antar-agama), energi terbarukan dan energi efisien, pengembangan aqua-culture, dan kerja sama antar-universitas.

Kerja sama proyek energi yang telah dimulai adalah wind energy Sumba, kerja sama infrastruktur-konektivitas maritim, serta 14 kerja sama antar-universitas.

Pembicaraan penting lain adalah perihal masalah multilateral. Indonesia meminta Denmark untuk mendukung keanggotaan tidak tetap Indonesia di PBB pada 2019.

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.