Koperasi Perikanan, Upaya Kemenkop dan UKM Prioritaskan Kualitas Ketimbang Kuantitas

KUALITAS - Perahu nelayan Pantai Depok Bantul sedang sandar. Menteri Koperasi dan UKM ketat mengedepankan kualitas ketimbang kuantitas koperasi perikanan. (Foto: Arif Giyanto)
KUALITAS – Perahu nelayan Pantai Depok Bantul sedang sandar. Menteri Koperasi dan UKM ketat mengedepankan kualitas ketimbang kuantitas koperasi perikanan. (Foto: Arif Giyanto)

Dahulu, koperasi dibuat sebanyak-banyaknya. Kini, koperasi diharuskan untuk mengedepankan kualitas ketimbang kuantitas.

“Saat ini kita menonjolkan kualitas, ketimbang kuantitas koperasi. Saya berharap koperasi perikanan bisa berkinerja bagus di masing-masing daerah, ” ujar Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, usai penandatanganan MoU antara Menteri Koperasi dan UKM dengan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang pembinaan dan pengembangan kelompok usaha masyarakat di sektor kelautan dan perikanan, di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Dalam kesempatan tersebut, Menkop juga membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2013-2014 Induk Koperasi Perikanan Indonesia (IKPI).

Jika Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menenggelamkan 107 kapal asing pencuri ikan, menurut Menkop, jajarannya pun telah ‘menenggelamkan’ 62 ribu koperasi bermasalah.

“Untuk koperasi bermasalah dilakukan rehabilitasi koperasi melalui Nomor Induk Koperasi (NIK) secara online. Artinya, aktivitas dan kinerja koperasi bisa dilihat dan dipantau bersama. Pasca direhabilitasi, dilanjutkan dengan reorientasi koperasi,” tuturnya.

Puspayoga mengatakan, tidak semua koperasi bagus, termasuk koperasi perikanan sebelum diberikan program bantuan kapal.

“Kita bagi tugas. Ibu Susi yang mengurus ketersediaan ikan dan kapal, saya mengurus nelayan dan keluarganya. Bagi keluarga nelayan kita beri pelatihan kewirausahaan dan modal awal, ” tutur Menkop, dirilis Kementerian Koperasi dan UKM.

Sebagus apa pun program yang digulirkan, sambungnya, jika ikan di laut tidak ada, akan menjadi sia-sia. Jajaran KKP yang menjaga kapal asing agar tidak masuk ke laut Indonesia.

“Jadi, Ibu Susi menyiapkan ikan banyak di laut‎ dengan menjaga kedaulatan laut. Caranya, tidak boleh ada kapal asing menangkap ikan di laut Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, jajaran Kemenkop dan UKM terus melakukan upaya pengembangan koperasi dengan menginventarisasi aturan-aturan yang menghambat perkembangan koperasi di Indonesia.‎

“Koperasi mesti memiliki dan mengelola tempat pelelangan ikan (TPI). Saya dan Ibu Susi akan meminta Mendagri meninjau kembali aturannya, agar TPI bisa kembali menjadi milik koperasi,” tegas Menkop.

Menteri Susi: Koperasi Jangan Sampai Jadi Antek Asing

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berharap, koperasi perikanan bisa dikelola secara benar, transparan, serta profesional.

“Tidak ada lagi koperasi yang dikelola ‎secara abal-abal. Koperasi jangan sampai menjadi antek asing, karena disinyalir banyak kapal asing menangkap ikan di lautan kita menggunakan bendera koperasi,” katanya.

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.