Kunjungi Indonesia, 300 Pengusaha Belgia dari 127 Perusahaan Bersiap Tingkatkan Investasi

Kunjungan Putri Astrid Belgia ke Istana Merdeka Jakarta. (Foto: Sekretariat Kabinet)
Kunjungan Putri Astrid Belgia ke Istana Merdeka Jakarta. (Foto: Sekretariat Kabinet)

Jakarta, GEMA NURANI ** Indonesia dan Belgia sepakat untuk terus memperkuat hubungan ekonomi, baik di bidang perdagangan maupun investasi. Selasa (15/3/2016), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kehormatan delegasi Kerajaan Belgia, Putri Astrid, di Istana Merdeka Jakarta.

Putri Astrid merupakan adik Raja Phillipe dari Belgia. Kunjungan ke Indonesia dilakukan lebih dari satu minggu, yaitu 12-19 Maret 2016.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, mengungkapkan, pada 2015, angka perdagangan bilateral Indonesia dengan Belgia mencapai US$1,67 miliar dolar. Sementara angka investasinya lebih dari US$7 juta. Ada sekitar 2000 perusahaan Belgia yang beroperasi di Indonesia.

“Presiden tadi menjelaskan mengenai upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menjadikan ekonomi Indonesia menjadi semakin terbuka dan kompetitif. Selain itu, Presiden juga menjelaskan paket deregulasi yang dikeluarkan pemerintah Indonesia hingga 10 paket deregulasi, di antaranya adalah Daftar Negatif Investasi (DNI),” ujar Menteri Retno, dirilis Sekretariat Kabinet.

Ia menyampaikan, kunjungan ke Indonesia kali ini merupakan salah satu kunjungan kenegaraan terbesar dari Belgia. Sebanyak 127 perusahaan yang ikut dalam kunjungan bergerak di bidang konstruksi, infrastruktur, energi, clean energy, ICT, food and beverage, financial services, transport logistic, agro industry, maritim, pendidikan, dan banyak lagi.

Europhalia

Menlu juga menyampaikan, Indonesia terpilih menjadi negara tema dalam pameran seni dan kebudayaan Europhalia 2017 di Belgia.

Europhalia adalah pameran seni dan kebudayaan terbesar di Eropa yang dilakukan 2 tahun sekali. Pada 2015, negara yang menjadi tema adalah Turki. Pameran akan dilangsungkan di beberapa kota di Belgia dan beberapa negara di Eropa.

“Jadi, ini adalah suatu kolaborasi yang sangat besar, partisipasi yang sangat besar, dan tentunya pemilihan tema Indonesia menjadi negara tema menunjukkan potret Indonesia di Belgia dan potret Indonesia di Eropa,” ucap Menlu.

Investasi Wind Power

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, menuturkan, pertemuan Presiden hari ini penting untuk dukungan dari pemerintah Belgia terhadap investasi yang sedang terjadi di Indonesia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan kehadiran investasi baru.

Ia mengatakan, pihaknya akan memberikan dukungan terhadap proses investasi dengan adanya beberapa perubahan regulasi dan reformasi yang dilakukan pemerintah Indonesia.

“Salah satunya adalah pada minggu depan kami bersama Duta Besar Belgia akan melakukan tindak lanjut terkait dengan para investor yang akan secara sungguh-sungguh membutuhkan informasi yang terkait dengan interest mereka,” kata Franky.

Menurut Kepala BKPM itu, Belgia berminat pada pengelolaan energi terbarukan, misalnya wind power.

“Salah satu kelebihan teknologi dari Belgia bahwa wind power di Eropa sudah banyak digunakan. Karena itu, regulasi-regulasi yang mereka butuhkan perlu diasistensi oleh BKPM dan dibantu, supaya mereka mendapatkan informasi yang jelas,” pungkasnya.

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.