Hina Wiranto, Ketua PBNU: Habib Rizieq Tidak Tiru Rasulullah SAW

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PNNU), Robikin Emhas. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Jakarta, GEMA NURANI ** Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PNNU), Robikin Emhas, menyesalkan pidato Habib Rizieq terkait Ketua Umum DPP Hanura, Wiranto, yang dapat dinilai sebagai penghinaan. Ekspresi perbedaan pendapat harus disampaikan secara santun.

“Saya malu. Bukankah intisari ajaran Islam adalah sempurnanya akhlak manusia? Saya sedih kalau Islam hanya ditampilkan dari tata berbusana, bukan budi pekerti nyata, termasuk dalam bertutur kata. Pendapat berbeda tentang sesuatu tetap harus diekspresikan secara santun, sebagaimana diteladankan Kanjeng Nabi,” ujar Robikin, Selasa (5/4/2016), di Jakarta.

Ia memaparkan, selama ratusan tahun, ulama Nusantara menurunkan keilmuan Islam dengan sanad yang tak terputus, hanya untuk menjaga sampainya perilaku mulia Rasulullah Muhammad SAW kepada generasi terkini. Jasa para ulama yang luar biasa tersebut dapat tercoreng, karena perilaku penghinaan yang justru memberi pesan kepada kalangan mana pun bahwa Islam sekarang banyak ditafsirkan penuh kebengisan.

“Rasulullah lahir di Arab. Masyarakatnya ketika itu, berangasan. Tapi Rasul sangatlah santun, bersuara lemah lembut, dan menenteramkan hati siapa pun yang Ia ajak bicara. Ia selalu menjaga perasaan lawan bicaranya. Ia mencontohkan bahwa apa yang diucapkan, bisa saja menjadi sebab kita masuk ke neraka,” jelas Robikin.

Ketidakhabisan pikir Robikin semakin menjadi, karena menurutnya, tidak ada lagi alasan untuk tidak ada tempat bertanya. Banyak sekali tempat yang bisa dikunjungi dan dijadikan madrasah memperbaiki diri agar tak terus-terusan memelihara perilaku buruk.

“Saya merasa aneh. Pengajian di mana-mana. Ulama bertebaran di mana-mana. Zaman sudah digital. Masih saja ada orang yang tidak malu melampiaskan syahwat kemarahannya di depan publik, seraya mengumandangkan takbir,” katanya.

Menghina Wiranto

Sebelumnya, beredar video penghinaan Habib Rizieq atau bernama asli Muhammad Rizieq Shihab di laman YouTube, yang diunggah akun Jakartanicus, Senin (4/4/2016). Dalam video berdurasi 2:54 menit berjudul ‘Ahok Korupsi???’ tersebut, tampak Rizieq tengah berorasi di depan massa.

Berikut kutipan orasinya.

“Hari ini, Saudara. Saya mengumumkan, ada seorang Jenderal bernama Wiranto, kita ganti namanya menjadi Wiranti. Setuju? Karena, dia tega-teganya mengkhianati hati nurani rakyat. Betul? Jenderal yang dulu mengaku membela Pancasila eh ternyata sekarang penjilat pantat Cina. Betul? Saya mau tanya, Wiranto atau Wiranti? Hai Wiranto Hanura tidak suka, tuntut saya. Tidak ada urusan. Kita akan lawan, Saudara. Penjilat-penjilat pantat Cina di Republik ini, Saudara. Takbir!”

Keterangan tambahan yang tercantum di bawah video tersebut adalah sebagai berikut.

“FPI dan rekan-rekannya mendatangi KPK dan DPRD DKI Jakarta pada hari Senin 4 April 2016. Mereka menyampaikan tuduhan serius terhadap Ahok.”

Hingga berita ini diturunkan, video ini telah dikunjungi 4.321 kali.

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.