Bom Bunuh Diri Madinah, Ketua PBNU: Perilaku Tak Beradab yang Layak Dikutuk Dunia

** Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Hukum dan HAM, Robikin Emhas (kanan berkacamata). (Foto: Mahkamah Konstitusi)
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Hukum dan HAM, Robikin Emhas (kanan berkacamata). (Foto: Mahkamah Konstitusi)

Jakarta, GEMA NURANI ** Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Hukum dan HAM, Robikin Emhas, menyampaikan duka mendalam atas aksi bom bunuh diri di Madinah. Ia menyebutnya sebagai ‘perilaku tak beradab yang layak dikutuk dunia’.

“Perilaku tak beradab itu layak dikutuk, bukan saja oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia, tapi juga oleh siapa pun yang mencintai perdamaian,” ujarnya di Jakarta, Selasa (5/7/2016).

Robikin berharap, otoritas keamanan dan bangsa Indonesia dapat mengambil pelajaran berharga terhadap bom bunuh diri di Madinah.

“Satu dan lain hal agar secara dini mampu bergandeng tangan untuk mencegah, sehingga peristiwa seperti itu tidak terjadi,” tutur Robikin.

Menurut Atase Politik KBRI Riyadh, Kombes Untung W., aksi bom bunuh diri dilakukan dengan menggunakan rompi bom pada Senin (4/7/2016) pukul 19.25 waktu setempat, di sebelah barat Masjid Nabawi, tak jauh dari Pemakaman Baqi, tepatnya di depan Pos Polisi Barat Masjid Nabawi.

Sewaktu kejadian, azan Magrib tengah berkumandang untuk berbuka puasa. Korban meninggal dunia adalah seorang yang diidentifikasi sebagai pelaku berusia 30 tahun atas nama Umar Abdulhadi Al Jueib Al Huthaibi, seorang warga negara Saudi Arabia. Ia juga DPO kasus teror Thaif. Korban lain adalah 4 orang anggota Kepolisian Saudi Arabia yang saat itu akan berbuka puasa di depan Pos Polisi.

Peningkatan keamanan dilakukan di Masjid Nabawi yang diperkirakan terdapat lebih dari 500 ribu jamaah. Madinah adalah kota penting bagi Umat Islam, selain Makkah. Selain Madinah, pengebom bunuh diri juga menyerang Kota Qatif dan Jeddah.

Bom Bunuh Diri Solo

Selasa (5/7/2016), seorang pelaku bom bunuh diri tewas setelah meledakkan diri di halaman kantor Mapolresta Solo, Jawa Tengah, sekitar pukul 07.35. Mabes Polri menyatakan, terduga pelaku bom bunuh diri tewas di tempat, akibat ledakan bom dan seorang petugas polisi terluka ringan.

Sempat disapa petugas polisi di pintu masuk, pelaku memaksa masuk ke halaman Polres dengan alasan ingin ke kantin dan kemudian meledakkan diri. Polisi sedang mengadakan olah TKP.

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.