Dinamika Caleg Sementara

calegPenyerahan daftar calon anggota legislatif sementara (DCS) dari partai politik ke KPU sudah berlangsung dan berakhir pada senin (22/4). Dari 77 daerah pemilihan, untuk DPR RI. Partai politik peserta pemilu berhak mengajukan paling banyak 560 caleg yang terbagi-bagi di setiap daerah pemilihannya. Jumlah keseluruhan bakal caleg DPR RI dari 12 partai politik sebanyak 6.576 orang yang terdiri dari bacaleg perempuan  sebanyak 2.434 orang dan laki-laki 4.142 orang.

Wajah lama                                                         

Wajah wajah lama masih mendominasi dengan komposisi mencapai 85 persen. Banyaknya wajah lama tentu tidak mengherankan. Mengingat, sebagian besar partai politiknya adalah partai yang sudah duduk di parlemen. Hanya tiga yang bukan partai parlemen. Sudah pasti mereka dicalonkan atau mencalonkan kembali, kecuali bagi mereka yang karena sesuatu hal sudah tidak memungkinkan menjadi caleg. Misalnya, tersangkut kasus hukum, perseteruan politik dengan elite partai, atau memang tidak lagi berkeinginan menjadi anggota DPR.

Partai politik tentunya tetap mencalonkan kembali anggota DPR yang sudah berkiprah di senayan karena dianggap sudah berpengalaman. Di samping itu, mereka sudah mempunyai basis massa di daerah pemilihannya sehingga dianggap memiliki elektabilitas yang tinggi, serta mempunyai pundi-pundi keuangan yang kuat.

Namun, tak berarti calon DPR incumbent akan mulus ke parlemen. Persaingan yang ketat antarpartai politik dan sesama caleg di internal partai memberikan peluang relatif sama bagi semua caleg. Apalagi, sistem suara terbanyak dalam penentuan kursi semakin menambah gesekan yang kuat antarcaleg. Selain itu, munculnya figur baru yang dianggap populis bisa merongrong raihan suara caleg yang sudah mapan.

Dinamika internal

Pertarungan di internal daerah pemilihan menjadi sangat seru karena alokasi kursi yang diperebutkan antara tiga sampai sepuluh. Kenyataannya, sebagian besar berkisar enam hingga sepuluh kursi. Jatah itu akan diperebutkan oleh 12 partai dengan jumlah caleg sebanyak kursi yang diperebutkan.

Dengan begitu, partai politik rata-rata hanya bisa mendapat satu kursi. Hanya saja, siapa caleg yang beruntung dengan suara terbanyak banyak. Tapi, untuk beberapa daerah pemilihan memang ada partai politik yang memang menjadi basisnya. Sehingga, bisa memperoleh tiga kursi di sebuah daerah pemilihan.

Hal lain yang mendukung elektabilitas caleg adalah soal pendanaan. Untuk level DPR RI tentunya jumlahnya cukup besar. Karena, lahan garapnya yang memang luas. Satu dapil paling tidak terdiri dari beberapa kabupaten/kota, tergantung jumlah penduduknya.

Anggaran untuk menggalang dukungan memunculkan biaya-biaya yang memang harus dikeluarkan oleh caleg. Yang meliputi biaya operasional, kampanye, tim kampanye, alat peraga, konsumsi, transportasi, akomodasi. Belum lagi bila sampai menggunakan money politic.  Kisaran biaya yang dihabiskannya bisa mencapai sekitar dua miliar bahkan ada yang sampai habis di atas lima milia. Bila mengacu pemilu lalu, menjadi wajar.

Dalam rangka meraup perolehan suara yang besar dalam pemilu, partai politik juga menempatkan publik figur seperti artis. Kalangan artis diharapkan bisa menjadi vote getter, karena terkenal dan memeiliki penggemar.

Susunan daftar caleg yang sudah diserahkan ke KPU belumlah final. Setelah diverifikasi selama 14 hari oleh KPU, hasilnya akan disampaikan kepada partai politik untuk perbaikan. Pada masa perbaikan, dimungkinkan partai politik untuk mengubah, mengganti atau menambah bakal caleg. Sepanjang tidak melebihi kuota.

Recommended For You

About the Author: Danang Munandar

Konsultan Politik pada CRESN (Center for Response on Early Strategy and Navigation), Semarang, Jawa Tengah