Kelas Menengah Progresif

Judul: Kelas Menengah Progresif
Penulis: Arif Giyanto| Penerbit: Pandiva Buku | Tahun terbit: Juli 2020
Cetak | e-Book

Bonus demografi lebih mudah dipahami sebagai peluang keberdikarian bangsa, dengan olah potensi aset intangible terpenting, berupa sumberdaya manusia unggul.

Sekira 180 juta jiwa berusia produktif pada rentang 2020-2030 adalah anugerah tak terkira ‘untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial’.

Kelas Menengah menemukan momentumnya dalam bersumbangsih pada skala yang lebih masif dibanding periode-periode lalu. Perjuangan kelas tersublimasi menjadi kolaborasi modal dan kekuasaan yang sama-sama berkepentingan pada output citra baik sebagai pembela khalayak paling representatif.

Identifikasi Kelas Menengah pada masa ini tidak lagi bertumpu pada Teori Kelas yang terlalu banyak berketentuan ketat dengan baju sandang, ideologi. Mereka nyata, bergerak tanpa dikomandoi saklek, serta tidak tumpul akal meski keadaan bisa jadi, sama sekali kurang menguntungkan.

Pada waktunya, Kelas Menengah akan melakukan konsolidasi nasional, dengan caranya sendiri, yang terus relevan, kompatibel, dan feasible. Semangat mereka untuk mencapai kehidupan lebih baik yang tidak mungkin dapat digantungkan pada sistem era sebelumnya, justru melahirkan optimisme tak terbendung dan kerja keras berkelanjutan.

Konsolidasi Kelas Menengah lantas berbuah supremasi modal bersama. Sebab, jejaring eksistensi mereka meniscayakan knowledge sharing capabilities yang pada akhirnya dapat berbuah kekuatan signifikan pengubah tatanan perekonomian. Sebuah tatanan baru yang dicitakan Konstitusi; berdikari permanen.

Berisi 30 buah pikir ekonomi-politik, 30 tulisan kepemimpinan, dan ulasan strategis Kelas Menengah, serta dikompilasi sejak 2004, semoga karya ‘autentik’ ini dapat berguna, teruntuk para pemimpin bangsa di masa depan.

Recommended For You

About the Author: Arif Giyanto

Menulis freelance di berbagai media, cetak dan online. Concern pada isu kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Pegiat agribisnis dan ekonomi sektor informal. Bertempat tinggal di Yogyakarta.